Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- يُمْسِكُ: Menahan dan menjaga dengan kekuasaan-Nya.
- أَنْ تَزُولَا: Agar keduanya tidak bergeser, runtuh, atau lenyap dari tempatnya.
- مِنْ بَعْدِهِ: Setelah Allah menahan keduanya, yakni tidak ada satu pun yang mampu menahannya selain Allah.
Tafsir Ayat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan sejenak kebesaran ayat ini! Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitahukan kepada kita bahwa Dialah yang menahan dan menjaga langit dan bumi agar tidak bergeser, runtuh, atau hilang dari tempatnya masing-masing. Bayangkanlah, langit yang begitu luas dengan bintang-bintang dan planet-planetnya, serta bumi yang kita pijak ini, semuanya berada dalam genggaman kekuasaan Allah. Tidak ada satu kekuatan pun di alam semesta ini yang mampu melakukan hal tersebut selain Allah.
Allah lalu berfirman: *"Dan sungguh, jika keduanya (langit dan bumi) bergeser atau runtuh, tidak ada seorang pun yang mampu menahannya setelah Allah."* Ini adalah peringatan sekaligus pelajaran yang sangat dalam bagi kita. Jika Allah saja yang menahan keduanya, lalu bagaimana mungkin kita sebagai manusia yang lemah ini merasa sombong dan angkuh? Bagaimana mungkin kita merasa mampu berdiri sendiri tanpa pertolongan-Nya? Sungguh, kita ini hanyalah makhluk yang sangat kecil dan lemah di hadapan keagungan-Nya.
Di akhir ayat, Allah menutup dengan dua sifat-Nya yang agung: *"Sesungguhnya Allah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun."* Di sinilah letak keindahan dan kasih sayang Allah. Meskipun banyak di antara hamba-Nya yang bermaksiat dan ingkar, Allah tidak serta-merta menghancurkan langit dan bumi atau menurunkan azab dengan segera. Allah bersifat *Haliim* (Maha Penyantun), yaitu menunda hukuman dan memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk bertobat. Dan Allah bersifat *Ghafuur* (Maha Pengampun), yaitu mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang kembali kepada-Nya dengan tulus.
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita dua hal yang sangat penting. *Pertama*, kita harus senantiasa menyadari kebesaran dan kekuasaan Allah dalam menjaga alam semesta ini. Kesadaran ini akan menumbuhkan rasa takut dan kagum kepada-Nya, serta menjauhkan kita dari kesombongan. *Kedua*, kita harus senantiasa berharap kepada kasih sayang dan ampunan Allah. Jangan pernah berputus asa dari rahmat-Nya, karena pintu tobat selalu terbuka. Allah menahan langit dan bumi dari kehancuran sebagai wujud kelembutan-Nya, dan Dia menunggu kita untuk kembali kepada-Nya dengan hati yang bersih.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat dalam setiap langkah kita. Betapa agungnya Allah yang menopang alam semesta ini, dan betapa luasnya ampunan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang bertobat. Sungguh, tidak ada yang lebih indah selain hidup dalam lindungan dan kasih sayang Allah. Maka, perbanyaklah istigfar dan perbaikilah hubungan kita dengan-Nya, agar kita termasuk hamba-hamba yang dicintai dan diampuni-Nya.
📜 Ayat 39-43 — Fatir
Terjemah — Fatir 41
Surat Fatir Ayat 41 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan…Surat Ayat 41/45 — Fatir فاطر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Fatir Dengarkan, Fatir Terjemah, Fatir mp3, Fatir pdf. Ayat 39–43. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








