Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Arā'aitum (أَرَأَيْتُمْ): Kabarkanlah kepadaku atau beritahukanlah kepadaku.
- Syurakā'akum (شُرَكَاءَكُمُ): Sembahan-sembahan kalian yang kalian anggap sebagai sekutu bagi Allah.
- Arūnī (أَرُونِي): Tunjukkanlah kepadaku atau perlihatkanlah kepadaku.
- Syarik (شِرْكٌ): Kemitraan atau kebersamaan dalam penciptaan.
- Bayyinah (بَيِّنَةٍ): Bukti yang jelas dan hujjah yang nyata.
- Ghurūr (غُرُورًا): Tipuan, kebohongan, dan khayalan yang menyesatkan.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada orang-orang musyrik yang menyembah selain Allah: "Kabarkanlah kepadaku tentang sembahan-sembahan yang kalian seru dan sembah selain Allah itu. Tunjukkanlah kepadaku, apakah yang telah mereka ciptakan dari bumi ini? Adakah mereka menciptakan gunung-gunungnya, sungai-sungainya, atau binatang-binatangnya? Atau adakah mereka memiliki kemitraan dengan Allah dalam penciptaan langit? Atau apakah Kami telah memberikan kepada mereka sebuah kitab suci yang menjadi pegangan dan bukti bagi mereka atas kebenaran ibadah mereka kepada selain Allah?"
Sungguh, semua itu tidaklah ada. Mereka tidak memiliki bukti apa pun, baik dari penciptaan, kemitraan, maupun kitab suci. Yang ada hanyalah tipu daya belaka. Orang-orang yang zalim terhadap diri mereka sendiri dengan kekufuran dan kemaksiatan itu saling menjanjikan sesuatu yang batil. Para pemimpin mereka menjanjikan kepada para pengikutnya bahwa berhala-berhala itu akan memberikan syafaat dan pertolongan, atau bahwa mereka akan selamat dari azab — padahal semua itu hanyalah kebohongan dan khayalan kosong yang menipu mereka, menjerumuskan mereka ke dalam kesesatan dan kebinasaan.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku kaum muslimin, perhatikanlah betapa agungnya hujjah Allah dalam ayat ini. Allah menantang orang-orang musyrik dengan pertanyaan yang membuat mereka tidak mampu menjawab: manakah bukti nyata bahwa sembahan-sembahan mereka layak disembah? Apakah mereka menciptakan sesuatu? Apakah mereka bersekutu dalam kekuasaan Allah? Apakah ada kitab suci yang membenarkan mereka? Semuanya tidak ada!
Inilah kemurnian tauhid yang diajarkan Al-Qur'an. Kita sebagai umat Islam patut bersyukur dengan nikmat yang tiada tara ini — nikmat mengenal Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Kita tidak perlu meragukan keimanan kita, karena Allah telah memberikan akal, fitrah, dan kitab suci yang jelas sebagai petunjuk.
Marilah kita jauhi segala bentuk kesyirikan, baik yang nyata maupun yang tersembunyi, seperti riya', sum'ah (ingin didengar orang), atau menggantungkan hati kepada selain Allah. Sesungguhnya orang yang bertawakal hanya kepada Allah akan dicukupi oleh-Nya, dan orang yang menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan hidupnya akan merasakan ketenangan yang hakiki.
Janganlah kita tertipu oleh janji-janji kosong yang menyeret manusia kepada kesesatan. Dunia ini hanyalah persinggahan sementara, dan kehidupan yang kekal adalah di akhirat kelak. Maka jadikanlah Al-Qur'an sebagai pedoman hidup, dan teladanilah Rasulullah ﷺ dalam setiap langkah, niscaya kita akan meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa meneguhkan hati kita di atas iman dan tauhid yang murni. Aamiin.
📜 Ayat 38-42 — Fatir
Terjemah — Fatir 40
Surat Fatir Ayat 40 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah: "Terangkanlah kepada-Ku tentang sekutu-sekutumu yang kamu seru selain Allah.…Surat Ayat 40/45 — Fatir فاطر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Fatir Dengarkan, Fatir Terjemah, Fatir mp3, Fatir pdf. Ayat 38–42. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








