Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Jahda aimānihim: Sumpah yang paling kuat dan sungguh-sungguh, dilakukan dengan segala upaya dan kesungguhan hati.
- Nadzīr: Pemberi peringatan, yaitu seorang rasul yang diutus untuk memperingatkan umat dari azab Allah.
- Ahdā: Lebih mendapat petunjuk, lebih lurus, dan lebih taat kepada kebenaran.
- Umat: Golongan atau bangsa-bangsa terdahulu, seperti Yahudi dan Nasrani.
- Nufūran: Berlari menjauh, berpaling, dan semakin menjauh dari kebenaran.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan tentang sikap orang-orang kafir Quraisy sebelum diutusnya Rasulullah ﷺ. Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpah yang sangat kuat dan sungguh-sungguh, "Sungguh, jika datang kepada kami seorang pemberi peringatan (rasul) yang memperingatkan kami dari azab Allah, maka kami akan menjadi umat yang paling mendapat petunjuk dibandingkan umat-umat sebelumnya, seperti Yahudi dan Nasrani. Kami akan lebih taat, lebih patuh, dan lebih cepat beriman daripada mereka."
Namun, ketika Allah mengabulkan permintaan mereka dan mengutus Nabi Muhammad ﷺ sebagai pemberi peringatan yang membawa Al-Qur'an dan petunjuk yang jelas, apa yang terjadi? Mereka justru semakin menjauh, semakin berpaling, dan semakin keras kepala dalam kekafiran. Kedatangan Rasulullah ﷺ tidak menambah apa pun bagi mereka kecuali kebencian, keengganan, dan pelarian dari kebenaran. Mereka tidak menepati janji dan sumpah mereka sendiri.
Ayat ini menunjukkan betapa besarnya kedustaan mereka. Mereka mengaku sangat merindukan petunjuk, tetapi ketika petunjuk itu datang, mereka justru menolaknya dengan keras. Ini adalah gambaran nyata tentang hati yang telah dikunci oleh kesombongan dan keangkuhan, sehingga kebenaran yang datang tidak lagi mampu menembusnya.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga. Betapa banyak di antara kita yang berjanji kepada Allah: "Jika Engkau berikan aku kesempatan, aku akan shalat, aku akan berpuasa, aku akan berbuat baik, aku akan berhijrah ke jalan-Mu." Namun ketika Allah membukakan pintu kesempatan itu, kita justru lalai dan berpaling.
Janganlah kita menjadi seperti orang-orang Quraisy yang ketika kebenaran datang, mereka justru lari darinya. Jadikanlah setiap kesempatan yang Allah berikan sebagai momen untuk semakin dekat kepada-Nya, bukan semakin jauh. Ingatlah bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Mendengar setiap sumpah dan janji yang kita ucapkan. Maka, tepatilah janji-janji baikmu kepada Allah, karena Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang ketika datang petunjuk, kita menyambutnya dengan hati terbuka dan penuh kerendahan, bukan dengan kesombongan dan keengganan. Aamiin.
📜 Ayat 40-44 — Fatir
Terjemah — Fatir 42
Surat Fatir Ayat 42 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuat sumpah; sesungguhnya…Surat Ayat 42/45 — Fatir فاطر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Fatir Dengarkan, Fatir Terjemah, Fatir mp3, Fatir pdf. Ayat 40–44. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








