Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الْمُخَلَّفُونَ (al-mukhallafūn): Orang-orang yang ditinggalkan atau tertinggal, yaitu mereka yang tidak ikut serta dalam perjalanan menuju Makkah.
- الْأَعْرَابِ (al-a'rāb): Orang-orang Arab Badui (pedalaman) yang tinggal di sekitar Madinah.
- شَغَلَتْنَا (syaghalatnā): Menyibukkan kami atau menghalangi kami.
- ضَرًّا (ḍarrā): Keburukan, bahaya, atau musibah.
- نَفْعًا (naf'an): Kebaikan, manfaat, atau keuntungan.
- خَبِيرًا (khabīrā): Maha Mengetahui secara mendalam dan menyeluruh.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad ﷺ, ketika engkau kembali dari perjalanan menuju Makkah (Perjanjian Hudaibiyah), orang-orang Arab Badui yang tertinggal dan tidak ikut serta bersamamu akan datang menghadapmu dengan membawa berbagai alasan dan uzur. Mereka akan berkata: "Harta benda dan keluarga kami telah menyibukkan kami, sehingga kami tidak dapat ikut berangkat bersamamu. Maka mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk kami atas keterlambatan dan ketidakikutsertaan kami ini."
Namun Allah ﷻ membongkar kepalsuan mereka, karena apa yang mereka ucapkan dengan lisan hanyalah kata-kata kosong yang tidak sesuai dengan isi hati mereka. Mereka sebenarnya tidak menyesali perbuatan mereka, dan tidak pula benar-benar menginginkan doa istigfar dari Rasulullah. Mereka hanyalah orang-orang munafik yang pandai bersilat lidah dan berdalih.
Allah ﷻ lalu memerintahkan Rasul-Nya untuk menjawab mereka: "Katakanlah: Siapakah yang dapat menghalangi kehendak Allah atas diri kalian? Jika Allah menghendaki keburukan atau musibah menimpa kalian, tidak ada seorang pun yang mampu menolaknya. Dan jika Allah menghendaki kebaikan dan manfaat bagi kalian, tidak ada seorang pun yang mampu menghalanginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala apa yang kalian kerjakan, baik yang lahir maupun yang tersembunyi di dalam hati kalian."
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa alasan-alasan duniawi tidak akan pernah menjadi penghalang yang sah untuk meninggalkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Harta dan keluarga adalah amanah yang justru seharusnya menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan penghalang untuk berjuang di jalan-Nya.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, betapa banyak di antara kita yang sering kali menjadikan harta, pekerjaan, keluarga, atau kesibukan dunia sebagai alasan untuk meninggalkan ketaatan dan kewajiban agama. Padahal, Allah ﷻ Maha Mengetahui segala isi hati kita. Tidak ada satu pun alasan yang dapat menipu-Nya.
Renungkanlah: jika kita benar-benar mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka tidak ada satu pun hal duniawi yang mampu menghalangi kita untuk beribadah, berjihad, dan berbuat kebaikan. Allah tidak meminta kita untuk meninggalkan dunia sepenuhnya, tetapi Dia menguji keikhlasan dan kesungguhan kita dalam memprioritaskan perintah-Nya di atas segala urusan dunia.
Mari kita jadikan setiap kesempatan untuk berbuat baik dan mendekatkan diri kepada Allah sebagai prioritas utama dalam hidup kita. Jangan biarkan harta dan keluarga menjadi penghalang antara kita dengan surga-Nya. Ingatlah bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui setiap amal kita, sekecil apa pun itu. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang jujur dalam perkataan dan perbuatan, serta istiqamah dalam ketaatan kepada-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 9-13 — Al-Fath
Terjemah — Al-Fath 11
Surat Al-Fath Ayat 11 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Orang-orang Badwi yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan:…Surat Ayat 11/29 — Al-Fath الفتح (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Fath Dengarkan, Al-Fath Terjemah, Al-Fath mp3, Al-Fath pdf. Ayat 9–13. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








