Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Yubāyi‘ūnaka: Mereka berjanji setia kepadamu (wahai Nabi) untuk taat dan tidak lari dari medan perang.
- Yan-kuth: Melanggar atau merusak perjanjian yang telah diikat.
- Awfā: Menepati dengan sempurna.
- ‘Āhada ‘alaihullāh: Perjanjian yang diikat atas nama Allah.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad ﷺ, sesungguhnya orang-orang yang berbaiat kepadamu di bawah pohon (Baiat Ridwan) pada peristiwa Hudaibiyah—mereka berjanji untuk berperang bersama dan tidak melarikan diri—sebenarnya mereka tidak hanya berbaiat kepadamu secara lahiriah, tetapi mereka sedang berbaiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena ketaatan kepada Rasulullah adalah ketaatan kepada Allah, dan janji setia kepada beliau adalah janji setia kepada Allah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Ketika mereka mengulurkan tangan untuk berjanji, ketahuilah bahwa tangan Allah di atas tangan-tangan mereka. Ini adalah gambaran keagungan dan kekuasaan Allah yang meliputi mereka, serta bukti bahwa Allah hadir dan menyaksikan setiap gerak hati dan perbuatan mereka. Allah mengetahui siapa yang tulus dalam janjinya dan siapa yang hanya sekadar mengikuti. Ini adalah kemuliaan yang sangat besar bagi para sahabat yang hadir saat itu—mereka mendapat kehormatan untuk berjanji langsung di hadapan Allah melalui Rasul-Nya.
Kemudian Allah menjelaskan konsekuensi dari janji tersebut: Barangsiapa yang melanggar baiatnya, maka akibat buruk dari pelanggaran itu akan kembali kepada dirinya sendiri. Allah tidak akan dirugikan oleh pelanggaran mereka sedikit pun. Orang yang mengkhianati janji hanya akan merugikan dirinya sendiri, baik di dunia maupun di akhirat. Sebaliknya, barangsiapa yang menepati janjinya kepada Allah—dengan tetap teguh berjuang, sabar dalam menghadapi musuh, dan setia membela agama-Nya—maka Allah akan memberikan kepadanya pahala yang sangat besar, yaitu surga yang penuh kenikmatan abadi, bahkan lebih dari itu berupa keridhaan Allah yang tiada tara.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat dalam tentang kemuliaan berjanji dan menepati komitmen. Ketika kita berjanji kepada Allah melalui ibadah, ketaatan, atau bahkan melalui komitmen sosial kita, sesungguhnya Allah selalu hadir dan menyaksikan. Tidak ada satu pun yang tersembunyi dari-Nya.
Betapa beruntungnya orang-orang yang berpegang teguh pada janjinya. Mereka tidak hanya mendapatkan kepercayaan dari sesama manusia, tetapi juga mendapatkan jaminan pahala yang tiada tara dari Allah. Sebaliknya, orang yang mudah mengkhianati janji sebenarnya sedang menggali lubang kehancuran untuk dirinya sendiri.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk selalu menepati janji—baik janji kepada Allah maupun kepada sesama manusia. Karena kejujuran dan keteguhan dalam berjanji adalah ciri orang-orang beriman yang akan meraih kebahagiaan hakiki di sisi Allah. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan yang menepati janji dan mendapatkan pahala yang besar di sisi-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 8-12 — Al-Fath
Terjemah — Al-Fath 10
Surat Ayat 10/29 — Al-Fath الفتح (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Fath Dengarkan, Al-Fath Terjemah, Al-Fath mp3, Al-Fath pdf. Ayat 8–12. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








