Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- بَلْ: kata ini menunjukkan sanggahan terhadap alasan mereka, artinya "sebenarnya" atau "bahkan".
- يَنقَلِبَ: kembali atau pulang.
- زُيِّنَ: dihiasi dan dijadikan tampak indah (oleh setan).
- ظَنَّ السَّوْءِ: prasangka buruk terhadap Allah dan Rasul-Nya.
- بُورًا: binasa, hancur, tidak ada kebaikan sama sekali.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku seiman, ayat ini menegur dengan keras orang-orang munafik yang tertinggal dari perang bersama Rasulullah ﷺ. Mereka beralasan sibuk dengan harta dan keluarga, padahal alasan itu hanyalah kedustaan belaka. Sesungguhnya di balik keengganan mereka terdapat penyakit hati yang sangat berbahaya.
Mereka berprasangka buruk bahwa Rasulullah ﷺ dan kaum mukminin yang pergi berperang tidak akan pernah kembali lagi kepada keluarga mereka. Mereka mengira pasukan musuh akan membinasakan seluruh kaum muslimin, sehingga tidak ada seorang pun yang selamat untuk pulang ke Madinah. Prasangka ini kemudian dihiasi oleh setan di dalam hati mereka sehingga tampak benar dan meyakinkan. Padahal itu semua hanyalah bisikan jahat yang menyesatkan.
Lebih parah lagi, mereka berprasangka buruk kepada Allah ﷻ, bahwa Allah tidak akan menolong Nabi-Nya dan tidak akan memenangkan agama-Nya. Mereka meragukan janji Allah yang pasti benar. Inilah puncak keburukan prasangka — mereka mengira Allah akan membiarkan hamba-hamba-Nya yang saleh binasa di tangan musuh.
Akibat dari semua itu, mereka menjadi kaum yang بُورًا — binasa dan hancur, tidak ada kebaikan sedikit pun dalam diri mereka. Mereka telah merusak hati mereka sendiri dengan prasangka buruk, sehingga tertutuplah pintu kebaikan bagi mereka.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku, betapa berbahayanya prasangka buruk kepada Allah! Ia menghancurkan keimanan dan menjadikan seseorang tertutup dari segala kebaikan. Sebaliknya, seorang mukmin sejati selalu berbaik sangka kepada Allah dalam segala keadaan. Ia yakin bahwa Allah pasti menolong hamba-hamba-Nya yang berjuang di jalan-Nya, sebagaimana firman Allah: *"Sesungguhnya Kami pasti menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi."* (Ghafir: 51).
Ayat ini mengajarkan kita untuk senantiasa membersihkan hati dari segala prasangka buruk, baik kepada Allah, kepada Rasul-Nya, maupun kepada sesama mukmin. Perbanyaklah husnuzhan (prasangka baik), niscaya Allah akan membukakan pintu-pintu kebaikan dan keberkahan dalam hidup kita. Jangan biarkan setan menghiasi kebatilan di hati kita sehingga kita menjadi kaum yang binasa seperti mereka.
Semoga Allah melindungi kita dari sifat munafik dan menjadikan hati kita selalu bersih dengan prasangka baik kepada-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 10-14 — Al-Fath
Terjemah — Al-Fath 12
Surat Al-Fath Ayat 12 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali…Surat Ayat 12/29 — Al-Fath الفتح (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Fath Dengarkan, Al-Fath Terjemah, Al-Fath mp3, Al-Fath pdf. Ayat 10–14. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








