Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Al-Anfal (الأَنْفَالُ): bentuk jamak dari *nafal* (نَفَل), artinya tambahan. Dalam konteks ini, yang dimaksud adalah harta rampasan perang (ghanimah) yang diperoleh kaum muslimin dari musuh setelah peperangan. Disebut *anfal* karena merupakan pemberian dan karunia tambahan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada umat ini.
- Dzati bainikum (ذَاتَ بَيْنِكُمْ): keadaan hubungan di antara kalian, yaitu persatuan, kerukunan, dan keharmonisan yang terjalin di tengah-tengah masyarakat.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi yang mulia, para sahabatmu bertanya kepadamu tentang hukum harta rampasan perang yang mereka peroleh pada peristiwa Perang Badar. Mereka bertanya: bagaimana cara pembagiannya? Siapakah yang berhak menentukan? Maka Allah memerintahkanmu untuk menjawab: "Sesungguhnya urusan harta rampasan ini sepenuhnya milik Allah dan Rasul-Nya." Artinya, Allah dan Rasul-Nyalah yang berwenang mengatur dan membaginya sesuai dengan petunjuk Ilahi. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membagikannya kepada mereka dengan adil dan merata, berdasarkan perintah Tuhannya.
Setelah menjelaskan hukum tersebut, Allah memberikan tiga wasiat yang sangat berharga kepada kaum mukminin:
Pertama: *Bertaqwalah kepada Allah* — yaitu takutlah kepada siksa-Nya dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Jangan sampai karena urusan harta dunia yang fana ini, kalian melanggar batas-batas Allah dan saling berebut dengan cara yang tidak dibenarkan.
Kedua: *Perbaikilah hubungan di antara kalian* — tinggalkanlah perselisihan, permusuhan, dan saling mendengki. Jalinlah kembali tali silaturahmi, saling memaafkan, berlapang dada, dan berakhlak mulia. Karena harta dunia tidaklah sebanding dengan rusaknya ukhuwah Islamiyah. Persatuan dan kasih sayang sesama mukmin jauh lebih berharga daripada segala kekayaan dunia.
Ketiga: *Taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya* — patuhilah syariat Allah dan sunnah Rasul-Nya dalam segala urusan, baik yang berkaitan dengan ibadah maupun muamalah. Ketaatan ini adalah bukti nyata keimanan kalian. Jika kalian benar-benar beriman dengan iman yang sempurna, maka keimanan itu akan mendorong kalian untuk senantiasa taat dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.
Saudaraku seiman, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat indah. Bahwa ketika terjadi perselisihan, terutama yang berkaitan dengan harta benda, maka kembalikanlah segala urusan kepada Allah dan Rasul-Nya. Jangan biarkan hawa nafsu dan ambisi duniawi menguasai hati kita hingga merusak persaudaraan. Ingatlah bahwa keberkahan harta itu terletak pada kehalalan dan keridhaan Allah, bukan pada banyaknya jumlah. Dan ketenangan hati itu terletak pada kedamaian hubungan dengan sesama, bukan pada bertumpuknya kekayaan.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai cermin dalam kehidupan kita sehari-hari. Ketika kita berselisih dengan saudara, pasangan, atau tetangga kita — apalagi hanya karena masalah dunia — maka ingatlah seruan Allah ini: *bertaqwalah, perbaikilah hubungan, dan taatilah Allah serta Rasul-Nya*. Sungguh, kebahagiaan sejati itu ada pada ketakwaan dan keharmonisan, bukan pada harta yang melimpah. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang selalu mengutamakan persatuan dan ketaatan kepada-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 1-3 — Al-Anfal
Terjemah — Al-Anfal 1
Surat Al-Anfal Ayat 1 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: "Harta…Surat Ayat 1/75 — Al-Anfal الأنفال (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anfal Dengarkan, Al-Anfal Terjemah, Al-Anfal mp3, Al-Anfal pdf. Ayat 1–3. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








