Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- صِرَاطَ (Shirātha): Jalan yang lurus dan jelas.
- أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ (An'amta 'alaihim): Orang-orang yang Engkau beri nikmat, yaitu nikmat hidayah dan taufik.
- الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ (Al-Maghḍūbi 'alaihim): Orang-orang yang dimurkai, yaitu mereka yang mengetahui kebenaran namun enggan mengamalkannya.
- الضَّالِّينَ (Aḍ-Ḍāllīn): Orang-orang yang sesat, yaitu mereka yang tersesat dari jalan kebenaran karena ketidaktahuan dan kelalaian.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, kita memohon kepada Allah agar ditunjukkan jalan orang-orang yang telah Dia beri nikmat, yaitu nikmat hidayah dan taufik untuk beriman dan beramal saleh. Mereka adalah para nabi, orang-orang yang jujur dan benar (ṣiddīqīn), para syuhada, dan orang-orang saleh. Mereka adalah sebaik-baik teman dan teladan dalam meniti jalan kehidupan.
Kemudian kita berlindung dan memohon agar dijauhkan dari jalan orang-orang yang dimurkai, yaitu mereka yang telah mengetahui kebenaran tetapi dengan sengaja berpaling dan tidak mengamalkannya, seperti kaum Yahudi dan siapa saja yang meniru perilaku mereka. Kita juga memohon agar dijauhkan dari jalan orang-orang yang sesat, yaitu mereka yang tersesat dari kebenaran karena kelalaian dan ketidakpedulian dalam mencari petunjuk, seperti kaum Nasrani dan siapa saja yang mengikuti jejak mereka.
Ayat ini mengandung doa yang sangat agung. Di dalamnya terdapat permohonan agar hati kita senantiasa sehat dari penyakit kedengkian, kebodohan, dan kesesatan. Ini juga menunjukkan bahwa nikmat terbesar yang Allah berikan kepada hamba-Nya adalah nikmat Islam dan petunjuk kepada jalan yang lurus. Semakin seseorang mengenal kebenaran dan semakin teguh mengikutinya, maka semakin berhak ia mendapatkan jalan yang lurus tersebut.
Para sahabat Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling utama setelah para nabi dalam hal ini. Mereka adalah generasi terbaik yang telah mendapatkan kemuliaan ini, sebagaimana disebutkan dalam ayat ini sebagai bukti keutamaan dan tingginya kedudukan mereka. Semoga Allah meridai mereka semua.
Dalam salat, setelah membaca Surah Al-Fatihah, disunahkan bagi pembaca untuk mengucapkan "Āmīn" yang artinya "Ya Allah, kabulkanlah doa kami". Ucapan ini bukanlah bagian dari ayat Al-Fatihah berdasarkan kesepakatan para ulama, oleh karena itu tidak ditulis dalam mushaf Al-Qur'an.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah betapa indahnya ayat ini! Setiap kali kita salat, kita senantiasa memohon kepada Allah agar ditempatkan di jalan orang-orang pilihan-Nya. Ini adalah bukti cinta kita kepada para nabi, para sahabat, dan orang-orang saleh. Jadikanlah mereka teladan dalam setiap langkah hidup kita. Jauhilah sifat-sifat yang membuat Allah murka, dan bersungguh-sungguhlah dalam mencari ilmu agar tidak termasuk golongan yang sesat. Sungguh, Allah Maha Mendengar doa hamba-Nya yang tulus dan Maha Mengabulkan permohonan mereka. Mari kita perbanyak doa ini dengan penuh keyakinan dan harapan, agar Allah mengaruniakan kepada kita istiqamah di atas jalan yang lurus hingga akhir hayat.
📜 Ayat 5-7 — Al-Fatihah
Terjemah — Al-Fatihah 7
Surat Ayat 7/7 — Al-Fatihah الفاتحة (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Fatihah Dengarkan, Al-Fatihah Terjemah, Al-Fatihah mp3, Al-Fatihah pdf. Ayat 5–7. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








