Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- أُكْرِهَ: dipaksa (ditekan) untuk mengucapkan perkataan kufur.
- مُطْمَئِنٌّ: tenang, mantap, dan tidak goyah.
- شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا: melapangkan dada (merasa nyaman dan rela) terhadap kekufuran, serta memilihnya dengan penuh kerelaan.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku seiman, ayat yang mulia ini berbicara tentang ujian keimanan yang sangat berat, yaitu ujian berupa paksaan untuk meninggalkan agama. Allah ﷻ menjelaskan bahwa barangsiapa yang kufur kepada Allah setelah sebelumnya beriman, maka dia telah jatuh ke dalam kemurtadan yang sangat besar, dan dia akan mendapatkan murka serta azab yang pedih dari Allah ﷻ.
Namun, Allah ﷻ dengan rahmat dan keadilan-Nya memberikan pengecualian yang sangat indah bagi hamba-Nya yang tertimpa keadaan darurat. Yaitu, seseorang yang dipaksa untuk mengucapkan kalimat kufur dengan lisannya, sementara hatinya tetap tenang, mantap, dan penuh keyakinan kepada iman. Orang seperti ini tidaklah berdosa dan tidak terkena hukum murtad, karena Allah ﷻ melihat apa yang ada di dalam hati, bukan sekadar lafaz yang terucap dalam keadaan terpaksa. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah yang luar biasa, yang tidak pernah menutup jalan keluar bagi hamba-Nya yang benar-benar beriman.
Akan tetapi, celakalah bagi mereka yang bukan hanya mengucapkan kekufuran, tetapi hatinya merasa lapang, senang, dan rela menerima kekufuran itu. Mereka inilah yang benar-benar telah memilih kekufuran atas keimanan, dan lebih mengutamakan dunia serta kesenangannya daripada akhirat dan pahala yang abadi. Maka bagi mereka telah ditetapkan murka yang besar dari Allah ﷻ dan azab yang sangat pedih, karena tidak ada dosa yang lebih besar daripada seseorang yang mengetahui kebenaran lalu meninggalkannya dengan kerelaan hati.
Saudaraku, renungkanlah betapa agungnya agama Islam ini. Islam tidak pernah mempersulit hamba-Nya, bahkan dalam kondisi yang paling genting sekalipun, Allah memberikan keringanan. Namun di sisi lain, Islam juga sangat tegas terhadap kemurtadan yang dilakukan dengan hati yang rela, karena itu berarti menukar nikmat iman yang paling berharga dengan kesesatan yang membinasakan. Maka jagalah keimananmu dengan sungguh-sungguh, dan mohonlah kepada Allah agar menetapkan hati kita di atas Islam hingga akhir hayat. Karena iman adalah karunia terbesar yang tidak ternilai harganya, dan Allah ﷻ tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir serta tidak akan membimbing mereka kepada kebenaran.
📜 Ayat 104-108 — An-Nahl
Terjemah — An-Nahl 106
Surat An-Nahl Ayat 106 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat…Surat Ayat 106/128 — An-Nahl النحل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nahl Dengarkan, An-Nahl Terjemah, An-Nahl mp3, An-Nahl pdf. Ayat 104–108. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








