Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- وَيْكَأَنَّ (Wai Ka-anna): Kata yang terdiri dari dua bagian; "wai" yang berarti ungkapan kekaguman, penyesalan, dan keterkejutan, serta "ka-anna" yang di sini berfungsi untuk penegasan, bukan perumpamaan. Maknanya kurang lebih: "Sungguh mengherankan!" atau "Tahukah kamu?"
- يَبْسُطُ الرِّزْقَ (Yabsuthu ar-rizqa): Melapangkan dan memperluas rezeki.
- وَيَقْدِرُ (Wa yaqdiru): Menyempitkan dan membatasinya.
- لَوْلَا (Lawlaa): Kalau bukan karena.
- مَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا (Manna Allahu 'alainaa): Allah memberikan nikmat dan karunia-Nya kepada kita.
- لَخَسَفَ بِنَا (Lakhusifa binaa): Pasti bumi akan menelan kita sebagaimana menelan Qarun.
- لَا يُفْلِحُ (Laa yuflihu): Tidak akan beruntung, tidak akan sukses, dan tidak akan mencapai kemenangan.
Tafsir Ayat:
Setelah peristiwa besar itu terjadi—ketika bumi menelan Qarun bersama seluruh kekayaannya—berubahlah sikap orang-orang yang kemarin masih sempat berangan-angan dan berkata, "Duhai, andai saja kita memiliki kekayaan seperti Qarun!" Mereka pun tersentak dan terbangun dari mimpi indahnya. Kini mereka berkata dengan penuh penyesalan dan keterkejutan: "Sungguh mengherankan! Ternyata Allah lah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, dan Dia pula yang menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Semua itu adalah kebijaksanaan dan keadilan-Nya semata, bukan karena kepintaran atau kehebatan seseorang."
Mereka pun menyadari betapa besar rahmat Allah kepada mereka. Mereka berkata: "Kalau bukan karena Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kita, dengan tidak memberi kita kekayaan yang membuat kita sombong dan lupa diri seperti Qarun, niscaya bumi ini pun akan menelan kita sebagaimana bumi menelan Qarun beserta seluruh istananya yang megah itu."
Di akhir pengakuan mereka, mereka pun mengakui sebuah kebenaran yang hakiki: "Sungguh, orang-orang yang kafir kepada nikmat Allah, yang mengingkari kebesaran-Nya, dan yang berlaku sombong di muka bumi, tidak akan pernah beruntung—baik di dunia maupun di akhirat." Mereka sadar bahwa kekayaan Qarun yang membawanya pada kehancuran adalah bukti nyata bahwa keberuntungan sejati bukanlah terletak pada banyaknya harta, melainkan pada keimanan dan ketaatan kepada Allah.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Betapa seringnya kita melihat orang-orang yang diberikan kekayaan melimpah, lalu kita berangan-angan: "Andai saja aku seperti dia." Padahal, di balik kekayaan itu bisa jadi tersimpan ujian yang sangat berat. Allah membagi rezeki sesuai dengan kehendak dan kebijaksanaan-Nya. Ada yang diberi banyak untuk diuji apakah ia bersyukur, dan ada yang diberi sedikit untuk diuji apakah ia bersabar.
Janganlah kita iri melihat kesuksesan orang lain, karena kita tidak tahu bagaimana akhir perjalanan mereka. Boleh jadi harta yang melimpah menjadi penyebab kehancuran mereka, sebagaimana Qarun. Sebaliknya, boleh jadi kefakiran yang kita miliki justru menjadi sebab keselamatan kita dari kesombongan dan kelalaian.
Marilah kita senantiasa bersyukur atas apa yang Allah berikan kepada kita, baik sedikit maupun banyak. Dan ingatlah selalu bahwa keberuntungan yang hakiki hanyalah milik orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bersyukur dan tidak terpedaya oleh gemerlap dunia yang sementara ini. Aamiin.
📜 Ayat 80-84 — Al-Qasas
Terjemah — Al-Qasas 82
Surat Al-Qasas Ayat 82 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkata:…Surat Ayat 82/88 — Al-Qasas القصص (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Qasas Dengarkan, Al-Qasas Terjemah, Al-Qasas mp3, Al-Qasas pdf. Ayat 80–84. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








