Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ : Itu adalah negeri akhirat, yakni surga.
- عُلُوًّا : Kesombongan, keangkuhan, dan keinginan untuk meninggikan diri di atas manusia dengan cara yang batil.
- فَسَادًا : Kerusakan, yaitu perbuatan maksiat dan kezaliman di muka bumi.
Tafsir Ayat:
Wahai hamba Allah, renungkanlah firman Allah ini dengan penuh perenungan! Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitakan bahwa negeri akhirat yang penuh kenikmatan abadi itu —yakni surga yang luasnya seluas langit dan bumi— Allah jadikan khusus bagi hamba-hamba-Nya yang memiliki sifat rendah hati, yang tidak memiliki keinginan untuk bersikap sombong dan angkuh di muka bumi, tidak ingin meninggikan diri di atas manusia dengan kebatilan, dan tidak pula berkeinginan untuk berbuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan dan kezaliman.
Mereka itulah orang-orang yang hatinya bersih dari sifat takabur, yang jiwanya tenang dengan ketawadukan, yang tidak merasa dirinya lebih tinggi dari orang lain, dan yang selalu menjaga bumi ini dari kerusakan, baik kerusakan moral maupun kerusakan sosial. Mereka adalah orang-orang yang apabila diberi kekuasaan, mereka gunakan untuk menegakkan keadilan; apabila diberi harta, mereka gunakan untuk berbagi; dan apabila diberi ilmu, mereka gunakan untuk membimbing.
Dan sungguh, akhir yang baik dan terpuji —yakni surga dengan segala kenikmatannya serta keridhaan Allah yang tiada tara— hanyalah diperuntukkan bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu mereka yang menjaga diri dari azab Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku seiman, ayat yang mulia ini adalah kabar gembira yang sangat agung bagi setiap muslim yang merindukan surga! Allah tidak mensyaratkan harta yang melimpah, tidak mensyaratkan kedudukan yang tinggi, dan tidak mensyaratkan keturunan yang mulia untuk memasuki surga-Nya. Syaratnya sangat sederhana namun membutuhkan perjuangan: jangan sombong dan jangan berbuat kerusakan!
Bayangkan betapa indahnya jika kita hidup dengan hati yang rendah hati, saling menghargai, dan saling menyayangi. Bukankah Rasulullah ﷺ telah bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sebesar zarrah" (HR. Muslim). Maka marilah kita bersihkan hati kita dari sifat ujub, takabur, dan merasa paling hebat. Mari kita jadikan ketawadukan sebagai perhiasan diri kita, karena Allah mencintai hamba-Nya yang rendah hati dan membenci hamba-Nya yang sombong.
Dan ingatlah, saudaraku! Setiap kali kita menahan diri dari berbuat kerusakan —baik kerusakan lingkungan, kerusakan sosial, maupun kerusakan moral— maka sesungguhnya kita sedang menabung pahala untuk kehidupan yang kekal. Dunia ini hanyalah persinggahan sementara, sedangkan akhirat adalah kampung yang abadi. Maka beruntunglah orang yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, dan menjadikan dunia sekadar ladang untuk menuai bekal menuju kampung abadi tersebut.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan kita termasuk golongan hamba-hamba-Nya yang rendah hati, yang tidak menyombongkan diri di muka bumi, yang tidak berbuat kerusakan, dan yang senantiasa bertakwa kepada-Nya dalam setiap keadaan. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
📜 Ayat 81-85 — Al-Qasas
Terjemah — Al-Qasas 83
Surat Al-Qasas Ayat 83 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin…Surat Ayat 83/88 — Al-Qasas القصص (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Qasas Dengarkan, Al-Qasas Terjemah, Al-Qasas mp3, Al-Qasas pdf. Ayat 81–85. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








