Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الظَّنِّ (azh-zhann): Prasangka atau dugaan. Yang dimaksud di sini adalah prasangka buruk (su'uzh-zhann) terhadap sesama mukmin.
- تَجَسَّسُوا (tajassasū): Mencari-cari dan mengintip aib serta keburukan orang lain yang Allah tutup.
- يَغْتَبْ (yaghtab): Ghibah, yaitu menyebutkan sesuatu tentang saudara muslim yang ia benci, baik disebutkan di hadapannya maupun tidak, baik berupa kekurangan fisik, akhlak, keturunan, maupun agamanya.
Tafsir Ayat:
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti syariat-Nya! Jauhilah prasangka buruk terhadap sesama mukmin secara berlebihan, karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa, yaitu prasangka buruk yang tidak didasari bukti atau indikasi yang kuat, apalagi terhadap orang yang lahiriahnya baik dan saleh. Prasangka semacam ini akan menimbulkan kebencian, permusuhan, dan merusak ukhuwah Islamiyah.
Kemudian Allah melarang hamba-Nya yang beriman untuk mencari-cari aib dan keburukan orang lain yang Allah tutup. Janganlah kalian mengintip dan membongkar rahasia serta kekurangan saudara kalian, karena siapa yang membongkar aib saudaranya, maka Allah akan membongkar aibnya sendiri.
Selanjutnya Allah melarang perbuatan ghibah, yaitu membicarakan keburukan atau kekurangan saudara muslim di belakangnya. Allah menggambarkan perbuatan ini dengan gambaran yang sangat mengerikan: "Apakah salah seorang di antara kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?" Tentu kalian semua merasa jijik dan benci terhadap perbuatan itu. Maka bencilah ghibah, karena sesungguhnya orang yang menggunjing saudaranya bagaikan memakan daging bangkai saudaranya sendiri — betapa keji dan menjijikkannya perbuatan itu!
Ayat ini ditutup dengan perintah bertakwa kepada Allah dalam segala keadaan, karena sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat bagi hamba-hamba-Nya yang beriman yang menyesali dosa-dosa mereka, dan Maha Penyayang kepada mereka dengan menerima taubat dan mengampuni kesalahan-kesalahan mereka.
Hikmah dan Nasihat:
Wahai saudaraku yang beriman! Renungkanlah betapa indahnya ajaran Islam yang menjaga kehormatan dan perasaan setiap muslim. Allah tidak hanya melarang kita menyakiti sesama dengan perbuatan, tetapi juga dengan prasangka, intaian, dan ucapan. Ini semua adalah bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, agar hati kita bersih, masyarakat kita aman, dan persaudaraan kita kokoh.
Bayangkan betapa bahagianya hidup dalam lingkungan yang saling percaya, saling menjaga aib, dan saling mendoakan kebaikan. Sebaliknya, betapa sengsaranya hidup dalam lingkungan yang penuh prasangka, intaian, dan gunjingan — hati menjadi sempit, persahabatan retak, dan ketenangan hilang.
Maka marilah kita jadikan ayat ini sebagai pedoman hidup: bersangka baiklah terhadap saudara kita, tutuplah aib mereka sebagaimana kita ingin aib kita ditutup, dan jagalah lisan kita dari membicarakan keburukan orang lain. Ingatlah bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Mendengar setiap apa yang kita ucapkan dan lakukan.
Dan jika kita pernah terlanjur berprasangka buruk, mengintai aib, atau menggunjing sesama, maka segeralah bertaubat kepada Allah dengan tulus, memohon ampunan-Nya, dan berusaha memperbaiki diri. Sesungguhnya pintu taubat selalu terbuka, karena Allah itu Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, karena Dia selalu menanti taubat hamba-Nya dengan kasih sayang yang tiada batas.
📜 Ayat 10-14 — Al-Hujurat
Terjemah — Al-Hujurat 12
Surat Al-Hujurat Ayat 12 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian…Surat Ayat 12/18 — Al-Hujurat الحجرات (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hujurat Dengarkan, Al-Hujurat Terjemah, Al-Hujurat mp3, Al-Hujurat pdf. Ayat 10–14. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








