Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Lā yaskhar (لَا يَسْخَرْ): Janganlah mengolok-olok atau menghina.
- Qawm (قَوْمٌ): Sekelompok laki-laki.
- Tal Mizū (تَلْمِزُوا): Mencela, mencaci, atau menjelek-jelekkan.
- Tanābazū (تَنَابَزُوا): Saling memanggil dengan gelar atau julukan yang buruk.
- Al-Fusūq (الْفُسُوقُ): Keluar dari ketaatan kepada Allah; perbuatan dosa dan maksiat.
Tafsir Ayat:
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya! Janganlah sekelompok laki-laki mengolok-olok kelompok laki-laki yang lain. Boleh jadi orang-orang yang diolok-olok itu lebih baik di sisi Allah daripada mereka yang mengolok-olok. Demikian pula, janganlah sekelompok perempuan mengolok-olok kelompok perempuan yang lain, karena boleh jadi mereka yang diejek itu lebih mulia di hadapan Allah. Sungguh, ukuran kemuliaan bukan terletak pada penampilan luar, harta, atau status sosial, melainkan pada ketakwaan dan kedudukan di sisi Allah.
Kemudian Allah melarang hamba-hamba-Nya yang beriman untuk saling mencela dan menjelek-jelekkan sesama mereka, karena sesama mukmin bagaikan satu jiwa; mencela saudaranya berarti mencela dirinya sendiri. Allah juga melarang mereka saling memanggil dengan gelar-gelar buruk yang dibenci oleh yang dipanggil, seperti memanggil seseorang dengan julukan yang merendahkan martabatnya. Perbuatan semacam ini adalah perangai yang sangat buruk dan merupakan tanda kefasikan.
Sungguh, seburuk-buruk sebutan adalah sebutan "fasik" yang melekat pada diri seseorang setelah ia beriman dan mengenal ajaran Islam. Betapa buruknya seorang mukmin disebut dengan sifat yang menunjukkan keluarnya ia dari ketaatan kepada Allah, padahal ia telah memeluk iman dan mengamalkan syariat-Nya. Maka dari itu, tinggalkanlah segala bentuk ejekan, celaan, dan panggilan buruk ini.
Barang siapa yang tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan tercela ini—baik berupa mengolok-olok, mencela, maupun memanggil dengan gelar buruk—maka mereka itulah orang-orang yang benar-benar menzalimi diri mereka sendiri. Mereka telah menjerumuskan diri ke dalam kebinasaan dengan melakukan perbuatan maksiat yang diharamkan, dan mereka telah meletakkan kemaksiatan pada tempat yang seharusnya diisi dengan ketaatan.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat yang mulia ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua tentang adab pergaulan dalam Islam. Islam datang untuk memuliakan manusia, bukan menghinanya. Ketika kita mengolok-olok atau merendahkan orang lain, sesungguhnya kita sedang merendahkan diri kita sendiri di hadapan Allah. Betapa banyak orang yang tampak hina di mata manusia, namun justru sangat mulia di sisi Allah karena ketakwaannya.
Mari kita jaga lisan dan hati kita dari perbuatan yang dapat menyakiti sesama. Jadikanlah setiap interaksi kita sebagai ladang pahala, bukan sumber dosa. Ingatlah bahwa kemuliaan sejati bukan diukur dari apa yang tampak di mata manusia, melainkan dari apa yang tersimpan di dalam hati dan tercermin dalam amal saleh. Sungguh, Allah Maha Mengetahui siapa yang paling bertakwa di antara kita, dan Dia tidak pernah melihat rupa serta harta, melainkan melihat hati dan amal perbuatan.
Marilah kita segera bertobat jika selama ini pernah terlanjur mengolok-olok, mencela, atau memanggil saudara kita dengan gelar yang buruk. Pintu tobat selalu terbuka bagi hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Dengan bertobat, kita menyelamatkan diri kita dari kezaliman yang hakiki dan meraih keridaan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
📜 Ayat 9-13 — Al-Hujurat
Terjemah — Al-Hujurat 11
Surat Al-Hujurat Ayat 11 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan…Surat Ayat 11/18 — Al-Hujurat الحجرات (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hujurat Dengarkan, Al-Hujurat Terjemah, Al-Hujurat mp3, Al-Hujurat pdf. Ayat 9–13. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








