Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Ayyadtuka: Aku menguatkanmu dan menolongmu.
- Rūḥul Qudus: Jibril 'alaihis salam.
- Al-Mahd: Tempat tidur bayi; maksudnya saat beliau masih bayi.
- Kahlan: Usia dewasa (sekitar 30-40 tahun).
- Takhluqu: Kamu membentuk/membuat.
- Al-Akmah: Orang yang terlahir buta.
- Al-Abras: Orang yang terkena penyakit kusta/panu.
- Kafaftu: Aku menahan/mencegah.
- Al-Bayyināt: Mukjizat-mukjizat yang jelas dan nyata.
Tafsir:
Wahai saudaraku seislam, renungkanlah betapa agungnya nikmat Allah yang disebutkan dalam ayat ini! Allah 'Azza wa Jalla kelak akan berfirman kepada Nabi Isa 'alaihis salam pada hari kiamat sebagai bentuk penghormatan dan pengingat akan karunia-Nya yang melimpah: "Wahai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu."
Di antara nikmat agung itu adalah Allah menciptakan Isa tanpa seorang ayah, sebagai mukjizat yang menunjukkan kekuasaan-Nya. Dan kepada ibunya, Maryam, Allah memberinya kemuliaan dengan memilihnya menjadi wanita terbaik di zamannya, serta membersihkannya dari segala tuduhan keji yang dilontarkan kaumnya.
Allah juga mengingatkan Isa akan nikmat dikuatkannya beliau dengan Ruhul Qudus, yaitu Malaikat Jibril, yang mendampingi dan menolongnya. Dengan izin Allah, Isa mampu berbicara kepada manusia saat masih bayi dalam buaian, menyeru mereka kepada tauhid, dan juga berbicara ketika dewasa sebagai seorang nabi yang menyampaikan risalah.
Allah juga mengajarinya menulis, memberinya pemahaman yang dalam tentang agama, serta menurunkan kepadanya kitab Taurat (yang diturunkan kepada Nabi Musa) dan Injil (yang diturunkan kepadanya). Ini semua adalah ilmu yang tidak diperoleh dari guru manusia, melainkan langsung dari Allah.
Nikmat lainnya yang disebutkan: Isa membentuk tanah liat menyerupai burung, lalu meniupnya, maka jadilah burung yang hidup dengan izin Allah. Ia juga menyembuhkan orang yang terlahir buta sehingga dapat melihat, menyembuhkan penderita kusta sehingga kulitnya kembali sehat, dan bahkan menghidupkan orang mati dari kubur mereka — semuanya dengan izin Allah semata, bukan dengan kekuatannya sendiri.
Dan yang tak kalah penting, Allah menahan kejahatan Bani Israil yang hendak membunuhnya. Ketika Isa datang membawa mukjizat yang nyata, sebagian mereka yang kafir justru berkata, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata." Mereka mengingkari kebenaran dan tetap memusuhinya, namun Allah melindungi hamba-Nya yang saleh.
Pesan Dakwah:
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita untuk senantiasa mengingat nikmat Allah dalam setiap keadaan. Jika Nabi Isa saja diperintahkan untuk mengingat nikmat Allah, apalagi kita yang penuh kekurangan ini! Mari kita biasakan lisan dan hati kita untuk menyebut dan merenungkan karunia Allah, karena mengingat nikmat akan melahirkan rasa syukur, dan syukur akan menambah nikmat.
Kisah Nabi Isa juga mengajarkan bahwa mukjizat dan pertolongan Allah datang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertawakal. Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang berjuang di jalan-Nya. Maka jangan pernah takut menghadapi tantangan dakwah dan kehidupan, karena Allah senantiasa bersama orang-orang yang berbuat baik.
Dan yang terpenting, jadikanlah kisah ini sebagai pelajaran bahwa kebenaran akan selalu dijaga oleh Allah, meskipun banyak yang mengingkarinya. Tetaplah istiqamah di atas kebenaran, karena akhir yang baik adalah milik orang-orang yang bertakwa.
📜 Ayat 108-112 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 110
Surat Al-Maidah Ayat 110 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku…Surat Ayat 110/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 108–112. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








