Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- أَوْحَيْتُ (Awhaytu): Memberikan ilham dan petunjuk ke dalam hati.
- الْحَوَارِيِّينَ (Al-Hawariyyun): Para sahabat setia dan penolong Nabi Isa 'alaihis salam.
- آمِنُوا (Aminu): Berimanlah, yaitu membenarkan dengan hati dan meyakini sepenuhnya.
- وَاشْهَدْ (Wasyhad): Saksikanlah, jadilah saksi atas kami.
- مُسْلِمُونَ (Muslimun): Orang-orang yang berserah diri, tunduk, dan patuh kepada Allah.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, ingatlah nikmat besar yang telah Kami anugerahkan kepadamu dan kepada umatmu melalui perjalanan dakwah para rasul sebelumnya. Di antaranya adalah ketika Kami memberikan ilham dan petunjuk ke dalam hati para Hawariyyin, yaitu sahabat-sahabat setia Nabi Isa 'alaihis salam yang menjadi penolongnya dalam menyebarkan kebenaran. Kami ilhamkan kepada mereka: "Berimanlah kalian kepada-Ku sebagai Tuhan Yang Maha Esa, dan berimanlah kepada rasul-Ku, Isa putra Maryam." Maka mereka pun menyambut seruan ini dengan penuh keimanan dan ketulusan. Mereka berkata, "Kami telah beriman, ya Tuhan kami, kepada-Mu dan kepada rasul-Mu. Dan saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri kepada-Mu, tunduk kepada perintah-Mu, dan mengikuti syariat yang Engkau turunkan."
Mereka menggabungkan antara keimanan yang bersemayam di dalam hati dan keislaman yang tampak dalam amal perbuatan. Inilah puncak kesempurnaan seorang hamba: hatinya yakin, lisannya mengakui, dan anggota badannya beramal sesuai tuntunan. Allah Ta'ala menyebut peristiwa ini sebagai bentuk ilham dan bimbingan-Nya, karena tidak ada seorang pun yang mampu beriman kecuali dengan pertolongan dan hidayah dari Allah semata.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah bagaimana para Hawariyyin itu menyambut seruan iman dengan jawaban yang sangat indah: "Kami beriman, dan saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang muslim." Mereka tidak ragu, tidak menunda, dan tidak meminta bukti tambahan. Mereka langsung tunduk dan patuh. Inilah teladan bagi kita: ketika kebenaran telah jelas, maka sikap yang paling mulia adalah segera menerimanya dengan hati yang lapang dan jiwa yang tenang.
Ayat ini juga mengajarkan bahwa iman dan Islam itu saling melengkapi. Iman adalah keyakinan di dalam hati, sedangkan Islam adalah bentuk kepatuhan yang tampak dalam perbuatan. Seorang mukmin sejati adalah ia yang hatinya percaya kepada Allah dan rasul-Nya, kemudian ia wujudkan kepercayaan itu dalam kehidupan sehari-hari: shalat, zakat, jujur, amanah, dan berakhlak mulia.
Marilah kita jadikan jawaban para Hawariyyin ini sebagai doa dan tekad kita setiap hari: "Ya Rabbana, kami beriman kepada-Mu dan kepada rasul-Mu, dan saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri kepada-Mu." Semoga Allah menerima keimanan kita, memperbaiki amal kita, dan mempertemukan kita dengan para hamba-Nya yang saleh di surga-Nya yang kekal. Aamiin.
📜 Ayat 109-113 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 111
Surat Al-Maidah Ayat 111 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia:…Surat Ayat 111/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 109–113. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








