Terjemah — Tafsir
### معاني الكلمات
- الْيَتِيمِ: anak yang ditinggal mati ayahnya sebelum mencapai usia baligh.
- أَشُدَّهُ: usia baligh dan kedewasaan, di mana kekuatan fisik dan akalnya telah sempurna.
- بِالْقِسْطِ: dengan keadilan dan keseimbangan yang sempurna.
- وُسْعَهَا: kemampuan dan kesanggupan yang dimiliki oleh setiap jiwa.
- ذَا قُرْبَى: kerabat dekat atau keluarga sendiri.
- تَذَكَّرُونَ: mengambil pelajaran dan nasihat.
### تفسير الآية الكريمة
Wahai kaum Muslimin, Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan petunjuk yang sangat agung dalam ayat ini, yang mencakup beberapa perkara penting dalam kehidupan bermasyarakat. Ayat ini adalah bagian dari wasiat Allah yang agung kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
Pertama, Allah melarang kita untuk mendekati harta anak yatim, apalagi memakannya secara zalim. Larangan ini lebih tegas daripada sekadar larangan memakan, karena "mendekati" saja sudah dilarang, agar tidak ada celah untuk berbuat curang. Namun, Allah memberikan pengecualian: kita boleh mengelola harta anak yatim dengan cara yang terbaik, yaitu dengan niat untuk mengembangkan dan menjaga hartanya, bukan untuk kepentingan pribadi. Pengelolaan ini dibolehkan sampai anak yatim tersebut mencapai usia baligh dan telah terbukti kematangan akalnya (rusyd). Setelah itu, hartanya harus diserahkan kepadanya dengan penuh amanah.
Kedua, Allah memerintahkan kita untuk menyempurnakan takaran dan timbangan dengan adil. Dalam jual beli, muamalah, dan seluruh transaksi, kita wajib bersikap jujur dan tidak mengurangi hak orang lain. Ini adalah fondasi ekonomi yang sehat dalam Islam. Namun, Allah dengan rahmat-Nya tidak membebani seseorang melampaui kemampuannya. Jika seseorang telah berusaha semaksimal mungkin dan terjadi kekurangan yang di luar kendalinya, maka Allah memaafkannya. Ini menunjukkan keindahan syariat Islam yang penuh toleransi dan kemudahan.
Ketiga, Allah memerintahkan kita untuk berlaku adil dalam perkataan, baik dalam kesaksian, keputusan hukum, maupun nasihat. Keadilan ini harus ditegakkan meskipun yang terlibat adalah kerabat dekat atau orang yang kita cintai. Jangan sampai rasa kasih sayang atau kepentingan pribadi membuat kita menyimpang dari kebenaran. Ini adalah ujian keimanan yang sesungguhnya.
Keempat, Allah memerintahkan kita untuk menepati janji dan perjanjian, baik janji kepada Allah maupun janji kepada sesama manusia. Menepati janji adalah tanda kejujuran dan keimanan seseorang. Allah mengingatkan bahwa semua wasiat ini adalah wasiat-Nya yang agung, agar kita senantiasa mengingat dan mengambil pelajaran darinya.
### الدعوة والترغيب
Saudaraku yang dirahmati Allah, lihatlah betapa indahnya ajaran Islam ini! Islam membangun masyarakat yang penuh kasih sayang, keadilan, dan kejujuran. Ketika kita menjaga harta anak yatim, kita sedang menanam kebaikan yang akan berbuah surga. Ketika kita berlaku adil dalam perkataan dan timbangan, kita sedang membangun kepercayaan di tengah masyarakat. Dan ketika kita menepati janji, kita sedang menunjukkan akhlak mulia yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pedoman hidup kita. Sesungguhnya Allah tidak memerintahkan sesuatu kecuali di dalamnya terdapat kebaikan untuk kita. Dengan menjalankan wasiat-wasiat Allah ini, kita akan meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Semoga Allah memudahkan kita untuk mengamalkannya. Aamiin.
📜 Ayat 150-154 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 152
Surat Al-An'am Ayat 152 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara…Surat Ayat 152/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 150–154. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








