Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Barā'ah (بَرَاءَةٌ): Berlepas diri, bebas, atau pemutusan hubungan. Secara bahasa berarti keluar dari sesuatu dan berpisah darinya dengan tegas.
- Min Allāh (مِنَ اللَّهِ): Dari sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.
- Wa Rasūlihī (وَرَسُولِهِ): Dan dari Rasul-Nya, yaitu Nabi Muhammad ﷺ.
- Ilā alladzīna (إِلَى الَّذِينَ): Kepada orang-orang yang.
- 'Āhadtum (عَاهَدتُّم): Kalian telah mengadakan perjanjian.
- Al-Musyrikīn (الْمُشْرِكِينَ): Orang-orang yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini merupakan pembukaan dari Surat At-Taubah, yang dikenal juga dengan sebutan Surat Al-Barā'ah. Ayat ini menjadi pernyataan resmi dan tegas dari Allah Subhanahu wa Ta'ala dan Rasul-Nya ﷺ tentang berakhirnya seluruh perjanjian yang sebelumnya telah disepakati antara kaum Muslimin dengan orang-orang musyrik di Jazirah Arab.
Makna "barā'ah" di sini adalah pemutusan hubungan perjanjian secara total. Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari ikatan perjanjian tersebut, artinya perjanjian itu dinyatakan batal dan tidak berlaku lagi. Ini adalah keputusan yang sangat tegas dan final, yang menunjukkan bahwa Allah tidak lagi mengikatkan diri pada kesepakatan-kesepakatan yang selama ini dibuat dengan kaum musyrikin, karena mereka telah berulang kali mengkhianati perjanjian dan memusuhi dakwah Islam.
Ayat ini turun sebagai bentuk peringatan keras kepada kaum musyrikin bahwa masa tenggang mereka telah berakhir, dan mereka harus menentukan sikap: masuk Islam, atau bersiap menghadapi konsekuensi. Namun perlu digarisbawahi, bahwa pemutusan perjanjian ini bukanlah ajakan untuk berbuat zalim atau menyerang tanpa alasan, melainkan sebuah ketegasan prinsip bahwa tidak ada lagi toleransi bagi kemusyrikan dan pengkhianatan di muka bumi Allah.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah betapa agungnya kedudukan perjanjian dalam Islam. Allah sendiri yang menjadi saksi atas setiap ikatan yang dibuat oleh hamba-hamba-Nya. Namun ketika pihak lain terus-menerus mengkhianati dan memusuhi, maka Allah mengajarkan kita untuk bersikap tegas dan tidak ragu dalam membela kebenaran.
Ayat ini juga mengajarkan kita bahwa keimanan menuntut ketegasan prinsip. Seorang mukmin tidak boleh setengah-setengah dalam beragama. Jika ada pihak yang memusuhi Islam dan mengkhianati perjanjian, maka kita harus berani memutuskan hubungan dengan tegas, tanpa keraguan, karena Allah dan Rasul-Nya telah memberikan contoh yang jelas.
Namun di sisi lain, ayat ini juga mengingatkan kita akan pentingnya menjaga amanah dan menepati janji selama pihak lain juga menepatinya. Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan komitmen. Janganlah kita menjadi orang yang mudah mengkhianati perjanjian, karena Allah membenci pengkhianat.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pelajaran berharga: bahwa hidup ini harus dijalani dengan prinsip yang jelas dan tegas. Jangan takut untuk membela kebenaran, dan jangan ragu untuk berlepas diri dari kebatilan. Karena Allah bersama orang-orang yang berpegang teguh pada kebenaran dan menjauhi kemusyrikan serta pengkhianatan. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang istiqamah di atas jalan yang lurus. Aamiin.
📜 Ayat 1-3 — At-Taubah
Terjemah — At-Taubah 1
Surat At-Taubah Ayat 1 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan)…Surat Ayat 1/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 1–3. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu







