Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- عَشِيرَتُكُمْ (asyiratukum): kerabat dekat atau sanak saudara yang paling dekat.
- اقْتَرَفْتُمُوهَا (iqtaraftumuha): kalian usahakan dan kumpulkan dengan jerih payah.
- تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا (takhsyauna kasādahā): kalian takut tidak laku atau merosot nilainya.
- تَرْضَوْنَهَا (tardhaunahā): kalian merasa senang dan betah tinggal di dalamnya.
- فَتَرَبَّصُوا (fatarabbashū): maka tunggulah (ancaman dan azab Allah).
- الْفَاسِقِينَ (al-fāsiqīn): orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, sampaikanlah kepada kaum mukminin: "Jika bapak-bapak kalian, anak-anak kalian, saudara-saudara kalian, istri-istri kalian, kerabat dekat kalian, harta kekayaan yang telah kalian kumpulkan dengan susah payah, perniagaan yang kalian khawatirkan akan merosot dan tidak laku, serta rumah-rumah indah yang membuat kalian betah tinggal di dalamnya — jika semua itu lebih kalian cintai daripada cinta kepada Allah, Rasul-Nya, dan berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah keputusan dan azab Allah yang akan datang kepada kalian."
Ayat ini turun sebagai teguran keras bagi sebagian sahabat yang enggan berhijrah karena terikat dengan harta, keluarga, dan tempat tinggal mereka. Allah menegaskan bahwa kecintaan kepada hal-hal duniawi yang melebihi kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya merupakan tanda kemunafikan dan kelemahan iman. Allah tidak akan memberi petunjuk dan taufik kepada orang-orang yang keluar dari ketaatan-Nya, karena mereka telah memilih dunia daripada akhirat.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah ujian besar bagi setiap jiwa. Allah tidak melarang kita mencintai keluarga, harta, atau tempat tinggal — semua itu adalah nikmat yang halal dan baik. Namun, yang Allah tegaskan di sini adalah *urutan prioritas*. Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya harus berada di puncak segala cinta. Jika ada pertentangan antara kecintaan kepada dunia dan kecintaan kepada Allah, maka seorang mukmin sejati akan mendahulukan Allah dan Rasul-Nya.
Renungkanlah: Apakah kita rela meninggalkan kenyamanan rumah demi menegakkan agama Allah? Apakah kita sanggup mengorbankan harta yang kita kumpulkan untuk jihad dan dakwah? Apakah kita lebih memilih ridha Allah daripada sekadar menyenangkan keluarga dan kerabat?
Ayat ini mengajak kita untuk bermuhasabah — mengoreksi hati kita masing-masing. Jangan sampai kita termasuk golongan yang disebut Allah sebagai *fāsiqīn*, yaitu orang-orang yang keluar dari ketaatan karena cinta dunia yang berlebihan. Sungguh, Allah Maha Mengetahui isi hati, dan tidak ada yang tersembunyi dari-Nya.
Marilah kita berdoa: *"Ya Allah, jadikanlah cinta kepada-Mu dan Rasul-Mu melebihi cinta kami kepada siapa pun dan apa pun. Jadikanlah jihad di jalan-Mu sebagai tujuan tertinggi kami, dan janganlah Engkau biarkan kami terlena dengan gemerlap dunia yang fana."* Semoga Allah menguatkan iman kita dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang istiqamah di jalan-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 22-26 — At-Taubah
Terjemah — At-Taubah 24
Surat At-Taubah Ayat 24 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan…Surat Ayat 24/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 22–26. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu







