Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Auliya (أَوْلِيَاء): bentuk jamak dari *waliy*, artinya teman dekat, penolong, atau orang yang dijadikan tempat curhat dan kepercayaan.
- Istawhabbu (اسْتَحَبُّوا): lebih memilih atau mengutamakan.
- Zhalimun (الظَّالِمُونَ): orang-orang yang menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya, yaitu aniaya terhadap diri sendiri.
Tafsir Ayat:
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti apa yang dibawa oleh Rasul-Nya! Janganlah kalian menjadikan bapak-bapak kalian, saudara-saudara kalian, atau kerabat dekat lainnya sebagai teman setia dan orang kepercayaan yang kalian ajak berdiskusi, kalian ceritakan rahasia-rahasia kaum muslimin, dan kalian jadikan tempat bersandar dalam urusan-urusan kalian, selama mereka lebih memilih kekufuran daripada keimanan dan tetap memusuhi agama Allah.
Barangsiapa di antara kalian menjadikan mereka sebagai pemimpin, penolong, dan orang-orang kepercayaan—padahal mereka berada di atas kekufuran—maka sungguh ia telah bermaksiat kepada Allah dan menzalimi dirinya sendiri dengan kezaliman yang sangat besar. Ia telah menjerumuskan dirinya ke dalam kebinasaan, karena ia menempatkan loyalitas bukan pada tempatnya, dan mendahulukan hubungan darah di atas kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah prinsip yang sangat agung: kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya harus berada di atas segala-galanya, bahkan di atas cinta kepada orang tua dan saudara kandung sekalipun. Ini bukan berarti kita boleh durhaka atau memutus silaturahmi kepada mereka—tidak sama sekali! Kita tetap wajib berbakti dan berbuat baik kepada mereka. Namun yang dilarang adalah menjadikan mereka sebagai *wali* (tempat curhat, penasihat, dan kepercayaan) dalam urusan agama dan perjuangan, selama mereka memusuhi Islam.
Renungkanlah, betapa mulianya kedudukan seorang mukmin di sisi Allah. Allah menguji keimanan kita dengan ujian yang sangat berat: apakah kita rela meninggalkan orang-orang yang paling kita cintai demi membela agama-Nya? Inilah makna sejati dari *al-wala' wal-bara'*—loyalitas kepada Allah dan berlepas diri dari kemaksiatan. Jika kita mampu melewati ujian ini, maka kita termasuk orang-orang yang menang. Sebaliknya, jika kita lebih mengutamakan kerabat yang kafir daripada Allah dan Rasul-Nya, maka kita telah menzalimi diri sendiri.
Janganlah kita merasa berat, karena Allah tidak pernah memerintahkan sesuatu kecuali di dalamnya terdapat kebaikan untuk kita. Dengan menjaga loyalitas kepada Allah, hati kita akan menjadi tenang, iman kita semakin kokoh, dan kita akan mendapatkan pertolongan-Nya dalam setiap langkah kehidupan. Mari kita jadikan ayat ini sebagai pengingat bahwa cinta sejati adalah cinta yang membawa kita semakin dekat kepada Allah, bukan yang menjauhkan kita dari-Nya.
📜 Ayat 21-25 — At-Taubah
Terjemah — At-Taubah 23
Surat At-Taubah Ayat 23 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu menjadi…Surat Ayat 23/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 21–25. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu







