Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- ثُمَّ (tsumma): kemudian, menunjukkan urutan setelah pertanyaan tentang neraka.
- لَتُسْأَلُنَّ (latus-alunna): sungguh akan ditanya (dengan penekanan yang kuat).
- يَوْمَئِذٍ (yauma-idzin): pada hari itu, yaitu hari kiamat.
- النَّعِيمِ (an-na'iim): segala kenikmatan yang Allah berikan di dunia, seperti kesehatan, harta, waktu luang, keamanan, dan lain sebagainya.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia, setelah kalian menyaksikan neraka dengan mata kepala sendiri pada hari kiamat nanti, maka kalian akan ditanya dengan pertanyaan yang sangat teliti dan mendetail tentang segala kenikmatan yang telah Allah karuniakan kepada kalian selama hidup di dunia. Bukan hanya tentang harta dan kekayaan, tetapi juga tentang kesehatan badan, waktu luang, keamanan, makanan, minuman, istri, anak, dan seluruh kesenangan duniawi yang kalian nikmati.
Pertanyaan ini bukan sekadar pertanyaan formalitas, melainkan pertanyaan yang akan menentukan apakah kalian telah bersyukur atas nikmat-nikmat tersebut atau justru menggunakannya untuk bermaksiat dan lalai dari mengingat Allah. Setiap tetes kenikmatan yang pernah kalian rasakan akan dimintai pertanggungjawaban. Apakah kalian gunakan untuk ketaatan atau untuk kemaksiatan? Apakah kalian gunakan untuk membantu sesama atau untuk kesombongan dan keangkuhan?
Ini adalah peringatan yang sangat tegas bahwa kehidupan dunia yang penuh kenikmatan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan ujian dan ladang amal untuk kehidupan akhirat yang kekal. Maka janganlah sekali-kali kalian terlena oleh gemerlapnya dunia sehingga melupakan tujuan penciptaan kalian.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan sejenak. Betapa banyak nikmat yang kita rasakan setiap hari tanpa kita sadari? Nafas yang kita hirup, detak jantung yang terus bekerja, kesehatan yang kita miliki, makanan yang tersaji di meja, keluarga yang mendampingi kita, dan keamanan yang kita rasakan. Semua itu adalah titipan Allah yang kelak akan ditanyakan.
Jangan biarkan diri kita termasuk golongan yang lalai dan terlena, sehingga ketika pertanyaan itu datang di hari kiamat, kita tidak mampu menjawabnya. Mari kita jadikan setiap nikmat yang Allah berikan sebagai sarana untuk semakin dekat kepada-Nya, semakin bersyukur, dan semakin bermanfaat bagi sesama. Ingatlah, kenikmatan sejati bukanlah ketika kita memiliki banyak hal, tetapi ketika kita mampu menggunakan apa yang kita miliki untuk meraih ridha Allah. Sungguh, orang yang paling cerdas adalah yang menghisab dirinya sendiri sebelum dihisab oleh Allah, dan mempersiapkan bekal untuk hari di mana semua nikmat akan dimintai pertanggungjawaban.
📜 Ayat 6-8 — At-Takatsur
Terjemah — At-Takatsur 8
Surat At-Takatsur Ayat 8 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan…Surat Ayat 8/8 — At-Takatsur التكاثر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Takatsur Dengarkan, At-Takatsur Terjemah, At-Takatsur mp3, At-Takatsur pdf. Ayat 6–8. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








