Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- أَسْكَنتُ: Aku menempatkan atau menjadikan bertempat tinggal.
- ذُرِّيَّتِي: Keturunanku, yaitu Nabi Ismail dan anak keturunannya.
- وَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ: Lembah yang tidak ada tanaman, pepohonan, dan air padanya, yaitu lembah Mekkah yang tandus dan berbatu.
- الْمُحَرَّمِ: Yang dimuliakan dan diagungkan; di tanah suci ini hal-hal yang diharamkan menjadi lebih berat dosanya, dan keamanan serta kemuliaannya dijaga oleh Allah.
- تَهْوِي: Cenderung, rindu, dan tertarik dengan penuh kerinduan serta kecepatan menuju kepadanya.
Tafsir Ayat:
Ini adalah doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim 'alaihissalam setelah beliau menempatkan sebagian dari keturunannya, yaitu putranya Nabi Ismail dan anak keturunannya, di sebuah lembah yang tandus, tidak ada tanaman, tidak ada air, dan tidak ada kehidupan — yaitu lembah Mekkah — di dekat Baitullah yang dimuliakan (Ka'bah). Beliau melakukan hal ini bukan tanpa alasan, melainkan atas perintah dan petunjuk dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Nabi Ibrahim berkata: "Wahai Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian dari keturunanku di lembah yang tidak ada tanamannya, di sisi rumah-Mu yang mulia dan terhormat. Wahai Rabb kami, aku lakukan ini agar mereka dapat mendirikan shalat dengan sempurna, khusyuk, dan istiqamah di dekat rumah-Mu yang suci. Maka jadikanlah hati sebagian manusia tertarik dan rindu kepada mereka, sehingga mereka datang mengunjungi tempat ini dengan penuh cinta dan kerinduan. Dan berikanlah rezeki kepada mereka berupa buah-buahan dari berbagai penjuru negeri, agar mereka bersyukur kepada-Mu atas segala nikmat yang Engkau limpahkan."
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabulkan doa Nabi Ibrahim ini. Maka jadilah Mekkah sebagai negeri yang aman dan makmur, manusia berbondong-bondong datang dari segala penjuru dunia untuk berhaji dan berumrah, dan buah-buahan pun didatangkan ke sana dari berbagai negeri sebagai rezeki bagi penduduknya.
Hikmah dan Pelajaran:
Betapa indahnya doa Nabi Ibrahim ini! Beliau tidak meminta kekayaan, kemewahan, atau kemudahan duniawi semata untuk anak keturunannya. Yang beliau minta adalah agar mereka mampu mendirikan shalat — karena shalat adalah tiang agama dan kunci kedekatan kepada Allah. Setelah itu, barulah beliau meminta agar hati manusia tertarik kepada mereka dan rezeki buah-buahan datang kepada mereka.
Ini mengajarkan kita bahwa ketika kita mendahulukan urusan akhirat, Allah akan memudahkan urusan dunia kita. Barangsiapa yang menjaga shalatnya, maka Allah akan menjaga segala urusannya. Dan barangsiapa yang menjadikan ibadah sebagai prioritas utama, maka Allah akan membukakan pintu-pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Doa ini juga menunjukkan betapa tingginya kecintaan Nabi Ibrahim kepada keturunannya dan kepada Baitullah. Beliau menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketaatan sejak awal, dan menyerahkan segala urusan kepada Allah dengan penuh harap dan tawakal.
Marilah kita meneladani doa ini dalam kehidupan kita — memohon kepada Allah agar diberikan keturunan yang shalih, yang mendirikan shalat, dan agar hati kita serta hati orang-orang yang kita cintai selalu tertambat kepada rumah Allah dan kepada ketaatan kepada-Nya. Sungguh, Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa hamba-hamba-Nya yang berharap kepada-Nya.
📜 Ayat 35-39 — Ibrahim
Terjemah — Ibrahim 37
Surat Ibrahim Ayat 37 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di…Surat Ayat 37/52 — Ibrahim إبراهيم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ibrahim Dengarkan, Ibrahim Terjemah, Ibrahim mp3, Ibrahim pdf. Ayat 35–39. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








