Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Li masākīn: orang-orang fakir yang lemah dan tidak mampu membela diri.
- A'ībahā: menjadikannya cacat atau rusak (dengan melubanginya).
- Warā'ahum: di hadapan mereka (menurut satu pendapat) atau di belakang mereka (menurut pendapat lain).
- Ghashban: dengan paksa dan aniaya, tanpa hak.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia yang merenungi kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir, perhatikanlah hikmah besar yang tersembunyi di balik peristiwa yang tampak aneh ini! Nabi Khidir menjelaskan kepada Nabi Musa tentang kapal yang dilubanginya itu. Kapal tersebut bukanlah milik orang kaya atau penguasa, melainkan milik sekelompok orang miskin yang menggantungkan hidupnya dari bekerja di laut. Mereka mengarungi ombak setiap hari dengan kapal sederhana itu demi mencari rezeki yang halal untuk menafkahi keluarga mereka. Mereka adalah orang-orang lemah yang tidak memiliki daya untuk mempertahankan hak mereka.
Nabi Khidir berkata: "Aku sengaja membuat kapal itu cacat dengan melubanginya, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang zalim dan kejam. Raja itu biasa merampas setiap kapal yang masih bagus dan layak berlayar, diambilnya secara paksa dari pemiliknya tanpa memberi ganti rugi sedikit pun. Maka dengan kebijaksanaan yang Allah ilhamkan kepadaku, aku membuat kapal itu tampak cacat dan tidak sempurna, sehingga raja yang zalim itu tidak tertarik untuk merampasnya. Dengan cara ini, kapal itu tetap terselamatkan untuk para pemiliknya yang miskin itu, dan mereka dapat terus bekerja mencari nafkah dengan tenang."
Lihatlah saudaraku, betapa Allah menjaga hamba-hamba-Nya yang lemah dengan cara-cara yang tidak disangka-sangka! Terkadang apa yang tampak buruk di mata kita, justru di dalamnya tersimpan kebaikan yang besar. Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu, Dialah yang mengatur urusan hamba-Nya dengan sebaik-baik pengaturan. Maka janganlah engkau bersedih ketika ujian datang, atau ketika sesuatu yang tidak menyenangkan menimpamu. Boleh jadi di balik itu semua, Allah sedang melindungimu dari bahaya yang lebih besar, sebagaimana lubang pada kapal itu justru menjadi sebab keselamatan kapal dari perampasan raja yang zalim.
Ketahuilah bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang beriman dan bertawakal kepada-Nya. Dia selalu memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan, dan melindungi orang-orang yang lemah dari kezaliman orang-orang yang kuat. Maka perbanyaklah berdoa dan bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan menjaga dan melindungimu dengan cara-cara yang tidak pernah engkau bayangkan.
📜 Ayat 77-81 — Al-Kahf
Terjemah — Al-Kahf 79
Surat Al-Kahf Ayat 79 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di…Surat Ayat 79/110 — Al-Kahf الكهف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Kahf Dengarkan, Al-Kahf Terjemah, Al-Kahf mp3, Al-Kahf pdf. Ayat 77–81. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








