Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Al-Bait: Ka'bah, rumah suci Allah.
- Matsābatan: Tempat kembali, rujukan, atau tempat berkumpul yang selalu didatangi berulang kali.
- Wa amnā: Dan sebagai tempat yang aman, di mana seseorang merasa tenteram dan terlindungi dari gangguan.
- Maqām Ibrāhīm: Batu tempat berdiri Nabi Ibrahim ketika membangun Ka'bah.
- Wa 'ahidnā: Kami (Allah) memerintahkan dan mewasiatkan.
- Thahhirā: Sucikanlah, bersihkanlah.
- Lith-thā'ifīn: Orang-orang yang melakukan tawaf (mengelilingi Ka'bah).
- Al-'ākifīn: Orang-orang yang berdiam diri di masjid untuk beribadah (i'tikaf).
- Ar-rukka'is-sujūd: Orang-orang yang rukuk dan sujud, yaitu orang-orang yang melaksanakan shalat.
Tafsir:
Wahai Nabi Muhammad, ingatlah dan sampaikan kepada umatmu tentang nikmat dan keutamaan besar yang Allah berikan berupa Baitullah (Ka'bah). Allah menjadikan Ka'bah sebagai tempat kembali dan rujukan bagi seluruh umat manusia. Hati mereka selalu terpaut kepadanya; setiap kali mereka meninggalkannya, mereka merindukan untuk kembali lagi. Ia menjadi pusat berkumpulnya umat Islam dari seluruh penjuru dunia untuk melaksanakan ibadah haji, umrah, tawaf, dan berbagai bentuk ketaatan lainnya.
Allah juga menjadikan Ka'bah dan sekitarnya sebagai tempat yang aman dan tenteram. Siapa pun yang memasukinya akan terlindungi dari gangguan dan kezaliman. Bahkan di masa jahiliah sekalipun, orang-orang Arab menghormati keamanan tanah suci ini dan tidak berani menyerang orang-orang yang berada di dalamnya. Ini adalah bukti nyata penjagaan Allah terhadap rumah-Nya.
Kemudian, Allah memerintahkan umat manusia melalui lisan Nabi-Nya: "Jadikanlah sebagian dari Maqam Ibrahim (batu tempat berpijak Nabi Ibrahim saat membangun Ka'bah) sebagai tempat shalat." Ini adalah perintah yang penuh berkah, yang menunjukkan betapa Allah memuliakan jejak-jejak para nabi-Nya. Ketika kita shalat di dekat Maqam Ibrahim, kita mengingat perjuangan dan pengorbanan Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail dalam membangun rumah suci ini.
Selanjutnya, Allah menceritakan bahwa Dia telah berwasiat dan memerintahkan kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail untuk menyucikan Baitullah dari segala kotoran, najis, dan kemusyrikan. Mereka diperintahkan untuk membersihkannya dari berhala-berhala dan segala bentuk kesyirikan, serta mempersiapkannya bagi orang-orang yang akan beribadah di dalamnya: mereka yang bertawaf mengelilingi Ka'bah, mereka yang berdiam diri untuk beri'tikaf, dan mereka yang melaksanakan shalat dengan rukuk dan sujud.
Perintah penyucian ini bukan hanya untuk masa itu, tetapi juga menjadi tanggung jawab kita semua hingga akhir zaman. Kita harus menjaga kesucian hati kita dari syirik dan kemunafikan, serta menjaga kesucian masjid-masjid Allah dari hal-hal yang dapat mengganggu kekhusyukan ibadah.
Pesan Dakwah:
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita betapa agungnya kedudukan Ka'bah di sisi Allah. Ia adalah kiblat yang menyatukan umat Islam, dan tempat yang penuh keberkahan serta keamanan. Marilah kita senantiasa memuliakan Baitullah dengan menjaga kebersihan dan kesuciannya, baik secara fisik maupun spiritual. Dan marilah kita jadikan Maqam Ibrahim sebagai pengingat akan keteladanan Nabi Ibrahim yang penuh ketaatan dan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang selalu merindukan Baitullah dan mendapatkan kemuliaan untuk beribadah di dalamnya. Aamiin.
📜 Ayat 123-127 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 125
Surat Al-Baqarah Ayat 125 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul…Surat Ayat 125/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 123–127. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








