Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Baladan Āminā: Negeri yang aman, terbebas dari rasa takut dan gangguan.
- Aḍṭarruhu: Aku paksa dia, yakni menggiringnya dengan paksa tanpa ada jalan keluar.
- Al-Maṣīr: Tempat kembali dan tujuan akhir.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, ingatlah ketika Nabi Ibrahim berdoa kepada Rabbnya dengan penuh harap dan ketundukan. Beliau memohon agar kota Makkah dijadikan negeri yang aman, terbebas dari rasa takut dan gangguan, sehingga penduduknya dapat hidup dengan tenteram. Ini adalah doa yang menunjukkan kasih sayang seorang bapak kepada umatnya, dan juga bukti bahwa keamanan adalah nikmat terbesar dalam kehidupan.
Kemudian beliau juga memohon agar Allah memberikan rezeki berupa buah-buahan dan hasil bumi kepada penduduknya, khususnya bagi mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Doa ini diucapkan karena Makkah saat itu adalah lembah yang gersang, tidak ada tanaman dan tidak ada air. Namun Ibrahim yakin bahwa Allah Maha Kuasa untuk menghadirkan rezeki di tempat yang paling mustahil sekalipun.
Allah menjawab doa Nabi Ibrahim dengan firman-Nya: "Dan barang siapa yang kufur (ingkar) kepada-Ku, maka Aku akan memberinya kesenangan di dunia untuk sementara waktu yang sangat singkat, kemudian pada hari kiamat Aku akan memaksanya masuk ke dalam azab neraka." Dan sungguh, neraka adalah seburuk-buruk tempat kembali.
Ayat ini mengajarkan kita bahwa rezeki di dunia diberikan Allah kepada semua orang, baik yang beriman maupun yang kafir. Namun kenikmatan dunia itu hanyalah sementara dan sangat sedikit dibandingkan dengan kenikmatan akhirat yang kekal. Orang-orang yang beriman akan mendapatkan rezeki yang berkah dan kebahagiaan abadi, sedangkan orang-orang yang kufur hanya akan mendapatkan kesenangan sesaat yang berujung pada penyesalan dan azab yang pedih.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah doa Nabi Ibrahim ini. Beliau tidak hanya meminta keamanan dan rezeki untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk penduduk negeri tersebut. Ini mengajarkan kita untuk memiliki kepedulian sosial dan mendoakan kebaikan bagi sesama.
Lebih dari itu, perhatikanlah bagaimana Allah menjawab doa tersebut. Allah memberikan rezeki kepada semua orang tanpa kecuali—baik yang beriman maupun yang tidak—karena Allah Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Namun, Allah juga menegaskan bahwa kesenangan dunia itu hanyalah sedikit dan sementara. Orang yang beriman akan memanfaatkan kesempatan hidupnya untuk beribadah dan berbuat kebaikan, sehingga ia meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sedangkan orang yang kufur akan terlena dengan gemerlap dunia yang fana, lalu berakhir di neraka yang menjadi seburuk-buruknya tempat kembali.
Maka, mari kita jadikan doa Nabi Ibrahim ini sebagai pelajaran berharga. Kita harus bersyukur atas nikmat keamanan dan rezeki yang Allah berikan, dan kita harus memanfaatkannya untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Janganlah kita tertipu oleh kesenangan dunia yang sementara, karena kehidupan akhirat adalah kehidupan yang kekal dan abadi. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bersyukur dan beriman, serta dijauhkan dari azab yang pedih. Aamiin.
📜 Ayat 124-128 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 126
Surat Al-Baqarah Ayat 126 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini,…Surat Ayat 126/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 124–128. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








