Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- خَافَ (khafa): di sini bermakna mengetahui atau merasakan kekhawatiran.
- جَنَفًا (janafan): condong atau menyimpang dari kebenaran, baik karena kesalahan maupun kesengajaan.
- إِثْمًا (itsman): dosa, yaitu kecenderungan yang disengaja untuk berbuat zalim atau melanggar syariat.
- فَأَصْلَحَ (fa ash-laha): maka ia memperbaiki, yaitu meluruskan kembali apa yang bengkok.
- بَيْنَهُمْ (bainahum): di antara mereka, maksudnya antara pihak-pihak yang terkait dengan wasiat.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum muslimin yang dirahmati Allah, ayat yang mulia ini merupakan kelanjutan dari pembahasan tentang wasiat. Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan kasih sayang-Nya yang tiada batas memberikan kelonggaran dan kemudahan bagi hamba-hamba-Nya. Jika seseorang yang akan berwasiat (al-mushi) ternyata menyimpang dari kebenaran—baik karena kekeliruan dalam memahami hukum, maupun karena kesengajaan untuk berbuat zalim dengan melebihkan sebagian ahli waris atau mengurangi hak yang lain—maka Allah membuka pintu perbaikan.
Barangsiapa yang mengetahui adanya penyimpangan tersebut, baik ia hadir saat wasiat itu diucapkan maupun mengetahui setelahnya, lalu ia berusaha meluruskan dan memperbaiki keadaan, maka tidak ada dosa baginya. Bahkan ia mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah. Perbaikan itu bisa dilakukan dengan cara menasihati si pewasiat agar kembali kepada keadilan dan kebenaran, atau jika pewasiat telah meninggal dunia, maka ia boleh mengubah wasiat tersebut agar sesuai dengan syariat Islam, dengan tetap menjaga hak-hak semua pihak secara adil.
Perhatikanlah keindahan ajaran Islam ini! Agama kita tidak membiarkan kezaliman berlanjut, tetapi memberikan jalan keluar yang penuh hikmah. Allah tidak membebani hamba-Nya dengan sesuatu yang memberatkan, justru Dia membuka pintu kebaikan seluas-luasnya. Sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dia mengampuni dosa hamba-hamba-Nya yang bertobat, dan melimpahkan rahmat-Nya kepada mereka yang berusaha memperbaiki keadaan.
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita bahwa menjadi penengah dan juru damai dalam perselisihan adalah perbuatan yang sangat mulia. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah seseorang berjalan untuk mendamaikan dua orang yang berselisih, melainkan Allah akan memberikan kemuliaan kepadanya pada hari Kiamat." Maka janganlah ragu untuk menjadi orang yang membawa kebaikan dan perdamaian di tengah masyarakat. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik dan memperbaiki keadaan.
Renungkanlah wahai saudaraku, betapa indahnya syariat Islam yang senantiasa menjaga keadilan dan kemaslahatan. Allah tidak pernah menyulitkan hamba-Nya, tetapi selalu memberikan jalan keluar yang terbaik. Maka marilah kita jadikan ayat ini sebagai pelajaran berharga: bahwa keadilan harus ditegakkan, kebenaran harus ditegakkan, dan perbaikan adalah jalan yang diridhai Allah. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa berusaha memperbaiki diri dan memperbaiki keadaan di sekitar kita. Aamiin.
📜 Ayat 180-184 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 182
Surat Al-Baqarah Ayat 182 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (Akan tetapi) barangsiapa khawatir terhadap orang yang berwasiat itu, berlaku…Surat Ayat 182/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 180–184. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








