An-Naml · 8/93
Terjemah Transliterasi — An-Naml
فَلَمَّا جَاءَهَا نُودِيَ أَن بُورِكَ مَن فِي النَّارِ وَمَنْ حَوْلَهَا وَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ۝٨
Falammaa jaaa`ahaa noodiya am boorika man finnnnaari wa man hawlahaa wa Subhaanal laahi Rabbil `aalameen
📖 Arti Bahasa Indonesia
Maka tatkala dia tiba di (tempat) api itu, diserulah dia: "Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam".

🎧 Dengarkan
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata Penting:

  • Būrika: Diberkahi, disucikan, dan dilimpahkan keberkahan.
  • Man fī an-nār: Maknanya adalah siapa yang berada di tempat api itu (yaitu Nabi Musa 'alaihissalam yang sedang mendekati api tersebut), atau bisa juga berarti "yang berada di sekitar urusan api ini" yaitu malaikat yang hadir di tempat itu.
  • Wa man haulahā: Dan orang-orang yang berada di sekelilingnya, yaitu para malaikat yang mengelilingi tempat suci tersebut.
  • Subḥānallāh: Maha Suci Allah, pensucian Allah dari segala kekurangan dan sifat yang tidak layak bagi-Nya.

Tafsir Ayat:

Ketika Nabi Musa 'alaihissalam sampai di tempat api yang telah menarik perhatiannya dari kejauhan, Allah Subhanahu wa Ta'ala menyerunya dengan panggilan yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Allah memberitahukan bahwa tempat itu telah disucikan dan diberkahi, dijadikan sebagai lokasi untuk berbicara langsung dengan Nabi Musa dan mengangkatnya menjadi rasul. Keberkahan itu mencakup siapa yang berada di tempat api tersebut—yaitu Nabi Musa sendiri yang sedang mencari api dengan maksud untuk mengambilnya bagi keluarganya—dan juga para malaikat yang berada di sekeliling tempat itu, yang turut hadir menyaksikan peristiwa agung ini.

Kemudian Allah mengajarkan kepada Nabi Musa untuk mengucapkan tasbih: "Subḥānallāhi Rabbil-'ālamīn" (Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam). Ini adalah pengakuan akan kesucian Allah dari segala kekurangan, dan penegasan bahwa Allah tidak menyerupai makhluk-Nya sedikit pun. Allah Maha Suci dari sifat-sifat yang tidak layak bagi keagungan-Nya, dan Dia adalah Rabb yang mengatur dan memelihara seluruh alam semesta.

Peristiwa ini merupakan salah satu momen terbesar dalam sejarah kenabian, di mana Allah memuliakan Nabi Musa dengan langsung berbicara kepadanya tanpa perantara. Ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan Nabi Musa di sisi Allah, sekaligus menjadi bukti kebesaran Allah yang mampu berbicara kepada hamba-Nya dengan cara yang tidak dapat dibayangkan oleh akal manusia.


Pesan Dakwah dan Hikmah:

Saudaraku yang dirahmati Allah, peristiwa agung ini mengajarkan kita beberapa pelajaran berharga:

  1. Keberkahan datang dari Allah: Ketika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, Dia akan membukakan pintu-pintu keberkahan dari arah yang tidak disangka-sangka. Nabi Musa keluar mencari api untuk keperluan keluarganya, tetapi Allah memberinya sesuatu yang jauh lebih besar—kenabian dan kemuliaan berbicara langsung dengan Allah. Maka janganlah engkau meremehkan amal-amal kecil yang engkau lakukan dengan ikhlas, karena bisa jadi Allah menjadikannya sebab turunnya keberkahan yang luar biasa dalam hidupmu.
  2. Kesucian Allah dari segala kekurangan: Ayat ini mengajarkan kita untuk senantiasa menyucikan Allah dalam hati, lisan, dan perbuatan. Jangan pernah membayangkan Allah menyerupai makhluk-Nya, karena Allah Maha Suci dan Maha Tinggi dari segala sesuatu yang tidak layak bagi keagungan-Nya. Perbanyaklah mengucapkan "Subḥānallāh" sebagai bentuk pengakuan kita akan kesucian Allah dan kecintaan kita kepada-Nya.
  3. Allah dekat dengan hamba-Nya yang mencari-Nya: Nabi Musa tidak sedang mencari Allah saat itu, tetapi Allah yang mencarinya dan memanggilnya. Betapa indahnya kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya! Jika engkau merasa jauh dari Allah, ketahuilah bahwa Allah lebih dekat kepadamu daripada urat lehermu sendiri. Allah menunggu engkau untuk kembali kepada-Nya, bertaubat, dan memohon ampunan-Nya. Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, karena pintu taubat selalu terbuka bagi siapa saja yang mau kembali.
  4. Keberanian untuk mendekat kepada Allah: Nabi Musa mendekati api itu dengan penuh keberanian dan rasa ingin tahu. Demikianlah seorang mukmin sejati—ia tidak takut untuk mendekat kepada Allah, mempelajari agama-Nya, dan mengamalkan perintah-perintah-Nya. Semakin dekat engkau kepada Allah, semakin besar keberkahan yang akan engkau rasakan dalam hidupmu.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa bersyukur, bertasbih, dan mendekatkan diri kepada-Nya dalam setiap keadaan. Aamiin.



📜 Ayat 6-10 — An-Naml

6وَإِنَّكَ لَتُلَقَّى الْقُرْآنَ مِن لَّدُنْ حَكِيمٍ عَلِيمٍ
Dan sesungguhnya kamu benar-benar diberi Al Quran dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
7إِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِأَهْلِهِ إِنِّي آنَسْتُ نَارًا سَآتِيكُم مِّنْهَا بِخَبَرٍ أَوْ آتِيكُم بِشِهَابٍ قَبَسٍ لَّعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ
(Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya: "Sesungguhnya aku melihat api. Aku kelak akan membawa kepadamu khabar daripadanya, atau aku membawa kepadamu suluh api supaya kamu dapat berdiang".
8فَلَمَّا جَاءَهَا نُودِيَ أَن بُورِكَ مَن فِي النَّارِ وَمَنْ حَوْلَهَا وَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Maka tatkala dia tiba di (tempat) api itu, diserulah dia: "Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam".
9يَا مُوسَىٰ إِنَّهُ أَنَا اللَّهُ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
(Allah berfirman): "Hai Musa, sesungguhnya, Akulah Allah, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
10وَأَلْقِ عَصَاكَ ۚ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّىٰ مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ ۚ يَا مُوسَىٰ لَا تَخَفْ إِنِّي لَا يَخَافُ لَدَيَّ الْمُرْسَلُونَ
dan lemparkanlah tongkatmu". Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. "Hai Musa, janganlah kamu takut. Sesungguhnya orang yang dijadikan rasul, tidak takut di hadapan-Ku.
An-NamlIndeks Quran
93Ayat
MakkiyahRevelation
8Ayat

Terjemah — An-Naml 8

Surat An-Naml Ayat 8 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka tatkala dia tiba di (tempat) api itu, diserulah dia:…

Surat Ayat 8/93 — An-Naml النمل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Naml Dengarkan, An-Naml Terjemah, An-Naml mp3, An-Naml pdf. Ayat 6–10. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu