Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- رِدْءًا: Penolong dan pembantu yang menguatkan.
- يُصَدِّقُنِي: Membenarkan ucapanku dan menguatkan dakwahku.
- أَفْصَحُ مِنِّي لِسَانًا: Lebih jelas dan lebih fasih bicaranya daripadaku.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Nabi Musa 'alaihissalam melanjutkan permohonannya kepada Rabbnya dengan merendahkan diri dan penuh harap. Beliau berkata: "Ya Rabbku, sesungguhnya aku telah membunuh seorang jiwa dari kalangan kaum Fir'aun, maka aku khawatir mereka akan membunuhku sebagai balasan. Dan saudaraku, Harun, dia lebih fasih lisannya dan lebih jelas ucapannya daripadaku. Maka utuslah dia bersamaku sebagai penolong yang membenarkan ucapanku dan menyampaikan risalah-Mu dengan baik. Sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku dalam menyampaikan wahyu-Mu, sebagaimana kebiasaan kaum-kaum terdahulu yang mendustakan para rasul sebelumku."
Permintaan Nabi Musa ini menunjukkan betapa tingginya kecintaan beliau terhadap saudaranya, serta betapa bijaknya beliau dalam memilih cara terbaik untuk menyampaikan dakwah. Beliau tidak malu untuk mengakui kekurangan dirinya demi keberhasilan misi suci yang diembannya. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita: bahwa dalam berdakwah, kita hendaknya menggunakan segala sarana yang baik dan meminta pertolongan dari orang-orang yang memiliki kelebihan dalam bidang yang kita butuhkan.
Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dan Dia tidak akan mengecewakan hamba-Nya yang berdoa dengan penuh keyakinan. Permohonan Nabi Musa ini pun dikabulkan oleh Allah, sebagaimana akan kita lihat dalam ayat-ayat berikutnya.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kepada kita beberapa perkara yang sangat berharga:
- Keutamaan berdoa dengan merendahkan diri — Nabi Musa 'alaihissalam, seorang nabi yang mulia, tetap memohon kepada Rabbnya dengan penuh kerendahan hati. Ini mengajarkan kita agar senantiasa berdoa kepada Allah dalam segala urusan, baik besar maupun kecil.
- Mengakui kekurangan bukanlah kehinaan — Nabi Musa mengakui bahwa saudaranya lebih fasih darinya. Ini menunjukkan bahwa kejujuran terhadap diri sendiri adalah tanda kedewasaan dan kebijaksanaan, bukan kelemahan.
- Bekerja sama dalam kebaikan — Islam mengajarkan umatnya untuk saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Nabi Musa meminta agar Harun diutus bersamanya sebagai bentuk kerja sama dalam menyampaikan risalah Allah.
- Kekhawatiran yang wajar — Rasa khawatir Nabi Musa bahwa kaumnya akan mendustakannya adalah hal yang wajar, karena memang demikianlah kebiasaan orang-orang yang sombong dan ingkar. Namun, kekhawatiran ini tidak membuat beliau berputus asa; sebaliknya, beliau menjadikannya sebagai alasan untuk lebih bersungguh-sungguh dalam berdoa dan meminta pertolongan Allah.
Semoga kita semua dapat meneladani akhlak mulia para nabi dalam berdakwah dan berdoa, serta senantiasa memohon pertolongan Allah dalam setiap langkah kehidupan kita. Aamiin.
📜 Ayat 32-36 — Al-Qasas
Terjemah — Al-Qasas 34
Surat Al-Qasas Ayat 34 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan saudaraku Harun dia lebih fasih lidahnya daripadaku, maka utuslah…Surat Ayat 34/88 — Al-Qasas القصص (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Qasas Dengarkan, Al-Qasas Terjemah, Al-Qasas mp3, Al-Qasas pdf. Ayat 32–36. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








