Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- الْمُنَافِقُونَ (al-munāfiqūn): Orang-orang yang menyembunyikan kekufuran dan menampakkan keislaman.
- الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ (alladzīna fī qulūbihim maradh): Orang-orang yang di dalam hatinya terdapat penyakit syahwat dan kecenderungan kepada perbuatan dosa, seperti zina dan perbuatan keji lainnya.
- الْمُرْجِفُونَ (al-murjifūn): Orang-orang yang menyebarkan berita-berita bohong dan kabar palsu untuk menimbulkan keguncangan dan ketakutan di kalangan kaum mukminin.
- لَنُغْرِيَنَّكَ (lanughriyannaka): Sungguh Kami akan menguasakan dan menyerahkan mereka kepadamu.
- لَا يُجَاوِرُونَكَ (lā yujāwirūnaka): Tidak akan tinggal menetap bersamamu.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi yang mulia, Allah ﷻ memberikan peringatan yang tegas kepada tiga golongan yang selalu berusaha merusak keamanan dan ketenteraman masyarakat Islam di Madinah:
Pertama, orang-orang munafik yang menampakkan keimanan tetapi menyembunyikan kekufuran di dalam hati mereka. Mereka selalu mencari celah untuk melemahkan barisan kaum muslimin dari dalam.
Kedua, orang-orang yang di dalam hatinya terdapat penyakit syahwat dan hawa nafsu yang menyimpang, yang selalu tergoda untuk melakukan perbuatan dosa dan maksiat.
Ketiga, para penyebar berita bohong (al-murjifūn) yang membuat kabar-kabar palsu tentang kekalahan kaum muslimin dalam peperangan, dengan tujuan menimbulkan rasa takut dan keguncangan di hati orang-orang beriman.
Allah ﷻ mengancam mereka dengan ancaman yang sangat keras: jika mereka tidak segera menghentikan perbuatan-perbuatan buruk tersebut, maka Allah akan menguasakan mereka kepada Nabi ﷺ dan kaum mukminin. Akibatnya, mereka tidak akan mampu tinggal menetap di Madinah kecuali hanya dalam waktu yang singkat. Mereka akan diusir, ditawan, atau bahkan dibunuh sebagai balasan atas kejahatan dan pengkhianatan mereka selama ini. Di mana pun mereka berada, mereka akan terusir dari rahmat Allah dan tidak akan pernah merasa aman selama mereka masih dalam keadaan munafik dan suka menyebarkan berita-berita dusta.
Hikmah dan Pelajaran:
Ayat ini mengajarkan kepada kita beberapa perkara yang sangat penting:
- Allah Maha Melindungi hamba-hamba-Nya yang beriman. Allah tidak akan membiarkan orang-orang yang berbuat kerusakan terus-menerus mengganggu keamanan dan ketenteraman kaum mukminin. Pasti ada saatnya keadilan Allah ditegakkan.
- Bahaya besar dari menyebarkan berita bohong. Islam sangat melarang umatnya menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya, apalagi jika bertujuan untuk menimbulkan ketakutan dan perpecahan di tengah masyarakat. Maka, hendaklah kita senantiasa menjaga lisan dan jari-jari kita dari menyebarkan berita yang tidak benar.
- Kebersihan hati adalah kunci keselamatan. Penyakit hati seperti syahwat yang menyimpang dan keraguan akan menjerumuskan seseorang ke dalam kehancuran. Maka, marilah kita senantiasa membersihkan hati kita dengan iman dan amal saleh, serta menjauhkan diri dari segala hal yang dapat mengotori kesucian jiwa.
- Ketegasan dalam menegakkan kebenaran. Islam mengajarkan umatnya untuk bersikap tegas terhadap pelaku kejahatan dan pengkhianat, demi menjaga keamanan dan kemaslahatan umat secara keseluruhan. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
Semoga Allah ﷻ menjauhkan kita dari sifat-sifat munafik, menjaga hati kita dari penyakit-penyakit syahwat, dan menjadikan kita hamba-hamba yang senantiasa berkata benar serta menjaga keamanan dan persatuan umat. Aamiin.
📜 Ayat 58-62 — Al-Ahzab
Terjemah — Al-Ahzab 60
Surat Al-Ahzab Ayat 60 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya jika tidak berhenti orang-orang munafik, orang-orang yang berpenyakit dalam…Surat Ayat 60/73 — Al-Ahzab الأحزاب (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Ahzab Dengarkan, Al-Ahzab Terjemah, Al-Ahzab mp3, Al-Ahzab pdf. Ayat 58–62. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








