Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- ضُرٌّ: kesulitan, kesusahan, atau bencana seperti penyakit, kemiskinan, dan sejenisnya.
- خَوَّلْنَاهُ: memberikannya, menganugerahkannya.
- فِتْنَةٌ: ujian dan cobaan, bisa berupa kebaikan maupun keburukan untuk menguji keimanan seseorang.
- عَلَى عِلْمٍ: karena Allah mengetahui bahwa dirinya layak dan pantas menerimanya.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan kondisi manusia yang sering kali lupa dan ingkar terhadap nikmat Allah. Ketika manusia ditimpa oleh suatu kesusahan—baik itu penyakit, kemiskinan, atau cobaan lainnya—ia segera berdoa dan memohon kepada Allah dengan penuh harap. Ia mengangkat tangannya, merendahkan dirinya, dan mengakui kelemahannya di hadapan Rabb-nya. Namun, setelah Allah mengabulkan doanya dan menghilangkan kesusahan itu, lalu memberinya nikmat berupa kesehatan, kekayaan, atau keberhasilan, ia justru berpaling dan berkata dengan sombongnya: "Sesungguhnya aku diberi nikmat ini karena ilmu yang aku miliki" atau "karena Allah mengetahui bahwa aku memang pantas menerimanya."
Ini adalah sikap yang sangat tercela. Manusia lupa bahwa segala nikmat yang diterimanya adalah murni karunia dan anugerah dari Allah, bukan karena kehebatan atau kelayakan dirinya. Padahal, nikmat yang diberikan itu sejatinya adalah ujian dan cobaan dari Allah untuk menguji apakah hamba-Nya bersyukur atau justru kufur. Allah memberikan nikmat kepada siapa saja yang Dia kehendaki, baik kepada orang yang taat maupun yang durhaka, sebagai bentuk ujian dan istidraj (penangguhan sementara). Namun, kebanyakan manusia tidak menyadari hakikat ini karena kebodohan mereka dan karena mereka terpedaya oleh tipu daya dunia.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita untuk senantiasa rendah hati di hadapan Allah. Ketika kita tertimpa musibah, kita bersungguh-sungguh berdoa kepada-Nya. Maka ketika Allah memberikan kelapangan dan nikmat, hendaknya kita tetap dalam keadaan bersyukur dan merendahkan diri, bukan menjadi sombong dan lupa diri. Ingatlah bahwa nikmat yang kita terima adalah ujian: apakah kita akan menjadi hamba yang pandai bersyukur atau justru menjadi hamba yang kufur dan angkuh. Allah mencintai hamba-Nya yang selalu kembali kepada-Nya dalam keadaan lapang maupun sempit, dan Allah membenci hamba yang sombong dengan apa yang telah Dia berikan. Jadilah hamba yang pandai bersyukur, niscaya Allah akan menambah nikmat-Nya kepada kita, sebagaimana firman-Nya: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu." (QS. Ibrahim: 7).
📜 Ayat 47-51 — Az-Zumar
Terjemah — Az-Zumar 49
Surat Az-Zumar Ayat 49 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila…Surat Ayat 49/75 — Az-Zumar الزمر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Az-Zumar Dengarkan, Az-Zumar Terjemah, Az-Zumar mp3, Az-Zumar pdf. Ayat 47–51. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








