An-Nisa · 93/176
Terjemah Transliterasi — An-Nisa
وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا ۝٩٣
Wa mai yaqtul mu`minammuta `ammidan fajazaaa`uhoo Jahannamu khaalidan feehaa wa ghadibal laahu` alaihi wa la`anahoo wa a`adda lahoo `azaaban `azeemaa
📖 Arti Bahasa Indonesia
Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • مُتَعَمِّدًا (dengan sengaja): berarti orang tersebut berniat dan berkeinginan kuat untuk membunuh, bukan karena salah atau tidak sengaja.
  • وَلَعَنَهُ (melaknatnya): berarti menjauhkannya dari rahmat Allah.
  • أَعَدَّ (menyediakan): berarti menyiapkan dengan sempurna.

Tafsir Ayat:

Wahai saudaraku seislam, ayat yang agung ini berbicara tentang salah satu dosa terbesar dalam Islam, yaitu membunuh seorang mukmin dengan sengaja. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman bahwa barangsiapa yang membunuh seorang mukmin secara sengaja—yakni ia berniat, berkeinginan, dan melakukan pembunuhan tersebut dengan sadar, serta mengetahui bahwa korbannya adalah seorang yang beriman—maka balasannya di sisi Allah sangatlah berat.

Balasan tersebut adalah neraka Jahanam, ia akan kekal di dalamnya dalam keadaan terus-menerus merasakan azab. Tidak hanya itu, Allah murka kepadanya, melaknatnya, dan menjauhkannya dari rahmat-Nya. Allah pun telah menyediakan baginya azab yang sangat besar dan pedih sebagai akibat dari perbuatan kejinya tersebut.

Perlu kita pahami bersama bahwa ayat ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan seorang mukmin di sisi Allah. Darah seorang mukmin sangat dihormati dan dilindungi. Membunuhnya berarti menentang Allah dan Rasul-Nya, serta merusak tatanan kehidupan bermasyarakat. Inilah sebabnya ancaman yang begitu dahsyat disebutkan dalam ayat ini.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa para ulama menjelaskan: jika pelaku pembunuhan tersebut tidak menghalalkan perbuatannya (yakni ia tetap meyakini bahwa membunuh adalah dosa besar), kemudian ia bertobat dengan tulus, memperbaiki diri, dan memenuhi hak-hak keluarga korban (seperti membayar diyat dan dimaafkan oleh keluarga korban), maka Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Rahmat Allah lebih luas daripada murka-Nya. Allah berfirman dalam hadits qudsi: "Wahai hamba-Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah."

Saudaraku, betapa indahnya Islam yang mengajarkan kita untuk menjaga jiwa, menghormati sesama, dan menjauhi segala bentuk kekerasan. Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pelajaran berharga untuk senantiasa menjaga lisan, tangan, dan sikap kita dari menyakiti sesama muslim. Sesungguhnya keselamatan seorang muslim terletak pada kemampuannya menjaga diri dari menyakiti orang lain, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: "Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin lainnya selamat dari lisan dan tangannya."

Semoga Allah melindungi kita semua dari perbuatan keji ini, dan semoga kita senantiasa berada dalam naungan rahmat dan kasih sayang-Nya. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 91-95 — An-Nisa

91سَتَجِدُونَ آخَرِينَ يُرِيدُونَ أَن يَأْمَنُوكُمْ وَيَأْمَنُوا قَوْمَهُمْ كُلَّ مَا رُدُّوا إِلَى الْفِتْنَةِ أُرْكِسُوا فِيهَا ۚ فَإِن لَّمْ يَعْتَزِلُوكُمْ وَيُلْقُوا إِلَيْكُمُ السَّلَمَ وَيَكُفُّوا أَيْدِيَهُمْ فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ ۚ وَأُولَٰئِكُمْ جَعَلْنَا لَكُمْ عَلَيْهِمْ سُلْطَانًا مُّبِينًا
Kelak kamu akan dapati (golongan-golongan) yang lain, yang bermaksud supaya mereka aman dari pada kamu dan aman (pula) dari kaumnya. Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), merekapun terjun kedalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan (tidak) mau mengemukakan perdamaian kepadamu, serta (tidak) menahan tangan mereka (dari memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka dan merekalah orang-orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk menawan dan membunuh) mereka.
92وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ أَن يَقْتُلَ مُؤْمِنًا إِلَّا خَطَأً ۚ وَمَن قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَأً فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ وَدِيَةٌ مُّسَلَّمَةٌ إِلَىٰ أَهْلِهِ إِلَّا أَن يَصَّدَّقُوا ۚ فَإِن كَانَ مِن قَوْمٍ عَدُوٍّ لَّكُمْ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ ۖ وَإِن كَانَ مِن قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثَاقٌ فَدِيَةٌ مُّسَلَّمَةٌ إِلَىٰ أَهْلِهِ وَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ ۖ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ تَوْبَةً مِّنَ اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
93وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا
Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.
94يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا ضَرَبْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَتَبَيَّنُوا وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ أَلْقَىٰ إِلَيْكُمُ السَّلَامَ لَسْتَ مُؤْمِنًا تَبْتَغُونَ عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فَعِندَ اللَّهِ مَغَانِمُ كَثِيرَةٌ ۚ كَذَٰلِكَ كُنتُم مِّن قَبْلُ فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu: "Kamu bukan seorang mukmin" (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
95لَّا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۚ فَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً ۚ وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَفَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا
Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,
An-NisaIndeks Quran
176Ayat
MadaniyahRevelation
93Ayat

Terjemah — An-Nisa 93

Surat An-Nisa Ayat 93 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya…

Surat Ayat 93/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 91–95. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu