An-Nisa · 94/176
Terjemah Transliterasi — An-Nisa
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا ضَرَبْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَتَبَيَّنُوا وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ أَلْقَىٰ إِلَيْكُمُ السَّلَامَ لَسْتَ مُؤْمِنًا تَبْتَغُونَ عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فَعِندَ اللَّهِ مَغَانِمُ كَثِيرَةٌ ۚ كَذَٰلِكَ كُنتُم مِّن قَبْلُ فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا ۝٩٤
Yaaa aiyuhal lazeena aamanoo izaa darabtum fee sabeelil laahi fatabaiyanoo wa laa taqooloo liman alqaaa ilaikumus salaama lasta mu`minan tabtaghoona `aradal hayaatid dunyaa fa`indal laahi maghaanimu kaseerah; kazaalika kuntum min qablu famannnal laahu `alaikum fatabaiyanoo; innallaaha kaana bimaa ta`maloona Khabeeraa
📖 Arti Bahasa Indonesia
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu: "Kamu bukan seorang mukmin" (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • ضَرَبْتُمْ (dharabtum): kalian berjalan/pergi, dalam konteks ini berarti keluar untuk berperang atau berjihad.
  • فَتَبَيَّنُوا (fatabayyanū): maka telitilah, periksalah dengan cermat, dan jangan tergesa-gesa.
  • أَلْقَىٰ إِلَيْكُمُ السَّلَامَ (alqā ilaikumus-salām): memberikan salam kepadamu, yaitu mengucapkan salam sebagai tanda Islam, atau menunjukkan tanda-tanda keislaman.
  • عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا (ʼaraḍal-ḥayātid-dun-yā): perhiasan/kesenangan hidup dunia yang sementara, seperti harta rampasan perang.
  • مَغَانِمُ (maghānim): harta rampasan perang yang banyak.

Tafsir Ayat:

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya! Apabila kalian keluar berperang di jalan Allah, maka janganlah tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Hendaklah kalian bersikap teliti dan cermat terlebih dahulu terhadap orang yang kalian hadapi. Janganlah kalian berkata kepada seseorang yang telah mengucapkan salam kepadanya—yang merupakan tanda keislaman dan bukti bahwa ia telah menyerahkan diri—"Engkau bukan seorang mukmin," lalu kalian membunuhnya. Sungguh, perkataan seperti ini lahir dari keinginan untuk mendapatkan harta rampasan dunia yang fana. Padahal di sisi Allah terdapat ganimah (harta rampasan) yang jauh lebih banyak dan lebih baik daripada apa yang kalian kejar itu.

Ingatlah wahai kaum mukminin, dahulu kalian juga berada dalam keadaan seperti orang yang kalian tuduh itu. Kalian menyembunyikan keimanan kalian dari kaum musyrikin karena takut akan keselamatan jiwa dan harta kalian. Maka Allah memberikan karunia-Nya kepada kalian dengan memuliakan kalian melalui Islam, menguatkan kalian, dan menjadikan kalian mampu menampakkan keimanan dengan aman. Oleh karena itu, janganlah sekali-kali kalian meremehkan nyawa seseorang yang mengucapkan kalimat syahadat atau menunjukkan tanda-tanda keislaman. Hendaklah kalian senantiasa bertabayyun (memeriksa dengan teliti) dalam setiap urusan, terutama dalam urusan darah dan jiwa manusia. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala apa yang kalian kerjakan, tidak ada satu pun perbuatan kalian yang tersembunyi dari-Nya, dan Dia akan membalas kalian sesuai dengan amal perbuatan kalian.


Pesan Dakwah:

Ayat yang mulia ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran yang sangat agung tentang kemuliaan Islam dalam menjaga jiwa manusia. Islam tidak pernah membolehkan seorang muslim membunuh orang lain hanya karena prasangka atau demi kepentingan dunia yang sementara. Betapa indahnya ajaran ini—ia mengajarkan kita untuk selalu berhati-hati, tidak mudah menuduh, dan tidak tergesa-gesa dalam menghakimi orang lain. Renungkanlah wahai saudaraku! Betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, hingga Dia mengingatkan kita agar tidak menumpahkan darah seorang muslim yang telah mengucapkan syahadat, sekalipun ada kemungkinan ia mengucapkannya karena takut. Karena Allah lebih mengetahui apa yang ada di dalam hati hamba-Nya.

Marilah kita jadikan ayat ini sebagai cermin bagi diri kita dalam kehidupan sehari-hari. Janganlah kita mudah menuduh seseorang sebagai kafir, munafik, atau sesat hanya karena perbedaan pendapat atau karena kita menginginkan keuntungan duniawi. Sesungguhnya harta dan kesenangan dunia itu sedikit dan akan sirna, sedangkan pahala di sisi Allah jauh lebih besar dan kekal abadi. Jagalah lisan kita, jagalah persaudaraan kita, dan selalu utamakan sikap tabayyun (klarifikasi) sebelum mengambil keputusan. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang senantiasa berhati-hati, penyayang, dan tidak mudah menumpahkan darah sesama muslim. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 92-96 — An-Nisa

92وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ أَن يَقْتُلَ مُؤْمِنًا إِلَّا خَطَأً ۚ وَمَن قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَأً فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ وَدِيَةٌ مُّسَلَّمَةٌ إِلَىٰ أَهْلِهِ إِلَّا أَن يَصَّدَّقُوا ۚ فَإِن كَانَ مِن قَوْمٍ عَدُوٍّ لَّكُمْ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ ۖ وَإِن كَانَ مِن قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثَاقٌ فَدِيَةٌ مُّسَلَّمَةٌ إِلَىٰ أَهْلِهِ وَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ ۖ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ تَوْبَةً مِّنَ اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
93وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا
Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.
94يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا ضَرَبْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَتَبَيَّنُوا وَلَا تَقُولُوا لِمَنْ أَلْقَىٰ إِلَيْكُمُ السَّلَامَ لَسْتَ مُؤْمِنًا تَبْتَغُونَ عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فَعِندَ اللَّهِ مَغَانِمُ كَثِيرَةٌ ۚ كَذَٰلِكَ كُنتُم مِّن قَبْلُ فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan "salam" kepadamu: "Kamu bukan seorang mukmin" (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah menganugerahkan nikmat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
95لَّا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۚ فَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً ۚ وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَفَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا
Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,
96دَرَجَاتٍ مِّنْهُ وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
(yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
An-NisaIndeks Quran
176Ayat
MadaniyahRevelation
94Ayat

Terjemah — An-Nisa 94

Surat An-Nisa Ayat 94 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan…

Surat Ayat 94/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 92–96. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu