Terjemah — Tafsir
Penjelasan Makna Kata-Kata:
- يَسْتَمِعُ (Yastami'u): Mendengarkan, tetapi di sini maksudnya mendengar tanpa ada keinginan untuk memahami dan menerima.
- آنِفًا (Ānifan): Baru saja, sebentar tadi, atau saat itu juga.
- طَبَعَ (Thaba'a): Mengunci, menutup, atau memberi cap/segel. Maksudnya, Allah menutup hati mereka sehingga tidak ada kebaikan yang bisa masuk.
- أَهْوَاءَهُمْ (Ahwā'ahum): Keinginan-keinginan hawa nafsu mereka yang menyimpang dari kebenaran.
Tafsir Ayat:
Di antara manusia, wahai Nabi Muhammad, ada golongan munafik yang datang menghadiri majlismu dan mendengarkan bacaan serta sabdamu, tetapi mereka mendengarnya dengan hati yang lalai dan penuh keengganan. Mereka tidak berniat untuk memahami, merenungkan, atau mengambil pelajaran darinya. Begitu mereka keluar dari majlismu, mereka berpaling kepada para sahabat yang berilmu dan bertanya dengan nada mengejek serta meremehkan, "Apa tadi yang dikatakan Muhammad? Apa yang barusan dia ucapkan?" Padahal mereka baru saja mendengarnya, tetapi karena hati mereka kosong dari keimanan, mereka seakan-akan tidak mendengar apa-apa.
Mereka itulah orang-orang yang Allah telah mengunci mati hati mereka sebagai balasan atas kekufuran dan kesombongan mereka. Tidak ada lagi cahaya kebenaran yang mampu menembus relung hati mereka, karena mereka telah memilih untuk mengikuti hawa nafsu dan keinginan duniawi mereka yang buta akan petunjuk. Mereka lebih memilih jalan kesesatan daripada petunjuk, dan lebih mengutamakan ejekan daripada iman.
Renungan dan Pelajaran:
Sungguh, ayat ini memberikan pelajaran berharga bagi kita semua. Mendengarkan Al-Qur'an dan nasihat agama itu tidak cukup hanya dengan kehadiran fisik atau telinga yang mendengar. Yang terpenting adalah kehadiran hati yang terbuka, pikiran yang jernih, dan niat yang tulus untuk mencari kebenaran. Allah Ta'ala berfirman dalam ayat lain yang semakna, "Maka apakah mereka tidak merenungkan Al-Qur'an, ataukah hati mereka sudah terkunci?" (QS. Muhammad: 24).
Marilah kita jadikan setiap ayat yang kita dengar sebagai cahaya yang menerangi jalan hidup kita. Jangan sampai kita termasuk golongan yang hadir di majelis ilmu tetapi hatinya tidak ikut hadir. Jadilah hamba yang mencintai ilmu, merindukan kebenaran, dan selalu memohon kepada Allah agar dibukakan pintu hati untuk memahami agama-Nya. Karena sesungguhnya, kebahagiaan sejati terletak pada hati yang bersih dan iman yang kokoh, bukan pada mengikuti hawa nafsu yang menyesatkan. Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat munafik dan menjadikan kita termasuk hamba-Nya yang berilmu dan beramal saleh. Aamiin.
📜 Ayat 14-18 — Muhammad
Terjemah — Muhammad 16
Surat Muhammad Ayat 16 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu sehingga…Surat Ayat 16/38 — Muhammad محمد (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Muhammad Dengarkan, Muhammad Terjemah, Muhammad mp3, Muhammad pdf. Ayat 14–18. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








