Terjemah — Tafsir
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ...
معاني الكلمات:
- تُلْقُونَ إِلَيْهِم بِالْمَوَدَّةِ: أي تُفْضُونَ إليهم بالمحبة والسر، وتُخبرونهم بالأخبار محبةً لهم.
- أَوْلِيَاءَ: أي أصدقاء وأعوانًا توالونهم وتناصحونهم.
- سَوَاءَ السَّبِيلِ: أي طريق الحق المستقيم، ووسط الطريق الذي لا اعوجاج فيه.
التفسير:
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya! Janganlah sekali-kali kalian menjadikan musuh-Ku dan musuh kalian sebagai teman setia dan penolong. Kalian menyampaikan kepada mereka berita-berita tentang Rasulullah dan kaum muslimin karena dorongan rasa kasih sayang, padahal mereka telah kafir terhadap kebenaran yang datang kepada kalian berupa Al-Qur'an dan petunjuk. Mereka bahkan mengusir Rasulullah dan mengusir kalian dari kampung halaman kalian di Mekah, tidak lain karena kalian beriman kepada Allah Tuhan kalian dan mengesakan-Nya. Jika benar kalian keluar dari rumah kalian untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku, maka janganlah kalian menjadikan musuh-musuh-Ku sebagai kekasih. Kalian sembunyikan rasa kasih sayang kepada mereka secara diam-diam, padahal Aku Maha Mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan apa yang kalian tampakkan. Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari pengetahuan-Ku. Barang siapa di antara kalian melakukan perbuatan yang terlarang ini, maka sungguh ia telah tersesat dari jalan yang lurus dan menyimpang dari kebenaran.
Ayat yang mulia ini turun berkenaan dengan kisah sahabat yang mulia, Hâtib bin Abi Balta'ah radhiyallahu 'anhu. Ketika Rasulullah ﷺ berniat menaklukkan Mekah, beliau merahasiakan rencana tersebut. Namun Hâtib—karena ingin melindungi keluarganya yang masih berada di Mekah—menulis surat kepada kaum musyrik Quraisy untuk memberi tahu mereka tentang rencana tersebut. Maka Allah menurunkan ayat ini sebagai teguran keras sekaligus pelajaran bagi seluruh umat Islam hingga hari kiamat.
Ayat ini mengajarkan kita sebuah prinsip agung dalam akidah Islam, yaitu al-walâ' wal-barâ' (loyalitas dan pemutusan hubungan). Seorang mukmin wajib mencintai karena Allah dan membenci karena Allah. Tidak boleh seorang mukmin menjadikan musuh-musuh Allah sebagai teman dekat yang dipercaya, meskipun ada ikatan keluarga atau kepentingan duniawi. Karena iman adalah ikatan yang paling kuat dan paling mulia di atas segala ikatan lainnya.
Wahai saudaraku seiman, renungkanlah betapa tingginya kedudukan iman di sisi Allah. Sampai-sampai Allah mengingatkan kita agar tidak mencampuradukkan kecintaan kepada musuh-musuh-Nya dengan kecintaan kepada-Nya. Allah Maha Mengetahui isi hati kita, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Maka bersihkanlah hati kita, jadikanlah cinta kita semata-mata karena Allah, dan jadikanlah musuh-musuh Allah sebagai musuh kita pula. Dengan demikian, kita akan berjalan di atas jalan yang lurus dan meraih keridaan Allah di dunia dan akhirat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang istiqamah di atas kebenaran.
📜 Ayat 1-3 — Al-Mumtahanah
Terjemah — Al-Mumtahanah 1
Surat Al-Mumtahanah Ayat 1 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu…Surat Ayat 1/13 — Al-Mumtahanah الممتحنة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mumtahanah Dengarkan, Al-Mumtahanah Terjemah, Al-Mumtahanah mp3, Al-Mumtahanah pdf. Ayat 1–3. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








