Al-Mumtahanah · 11/13
Terjemah Transliterasi — Al-Mumtahanah
وَإِن فَاتَكُمْ شَيْءٌ مِّنْ أَزْوَاجِكُمْ إِلَى الْكُفَّارِ فَعَاقَبْتُمْ فَآتُوا الَّذِينَ ذَهَبَتْ أَزْوَاجُهُم مِّثْلَ مَا أَنفَقُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنتُم بِهِ مُؤْمِنُونَ ۝١١
Wa in faatakum shai`um min azwaajikum ilal kuffaari fa`aaqabtum fa aatul lazeena zahabat azwaajuhum misla maaa anfaqoo; wattaqul laahal lazeee antum bihee mu`minoon
📖 Arti Bahasa Indonesia
Dan jika seseorang dari isteri-isterimu lari kepada orang-orang kafir, lalu kamu mengalahkan mereka maka bayarkanlah kepada orang-orang yang lari isterinya itu mahar sebanyak yang telah mereka bayar. Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nya kamu beriman.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata Penting:

  • فَاتَكُمْ (fātakum): Luput dari kalian, atau lepas dari genggaman kalian.
  • فَعَاقَبْتُمْ (fa'āqabtum): Maka kalian mendapat ganti rugi, atau kalian memperoleh harta rampasan dari pihak musuh sebagai kompensasi.
  • مِثْلَ مَا أَنفَقُوا (mitsla mā anfaqū): Sebanding dengan mahar (maskawin) yang telah mereka berikan kepada istri-istri mereka.

Tafsir Lengkap:

Wahai kaum mukminin, Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan kasih sayang-Nya yang tiada batas memperhatikan setiap detail kehidupan kalian, termasuk perkara yang paling halus sekalipun. Dalam ayat ini, Allah menjelaskan sebuah hukum yang sangat relevan dengan kondisi umat Islam pada masa itu, ketika terjadi ketegangan antara kaum mukminin dan orang-orang kafir.

Apabila ada di antara istri-istri kalian yang keluar meninggalkan kalian dan berpindah kepada orang-orang kafir—entah karena murtad dari agama Islam atau karena sebab lainnya—sehingga kalian kehilangan mereka beserta mahar yang telah kalian berikan, dan kalian tidak mampu menuntut kembali mahar tersebut dari pihak kafir, maka Allah memberikan solusi yang penuh keadilan.

Ketika kalian kemudian memperoleh kemenangan atas orang-orang kafir tersebut dan mendapatkan harta rampasan perang (ghanimah) dari mereka, maka berikanlah kepada para suami yang kehilangan istri-istri mereka itu sejumlah mahar yang telah mereka nafkahkan kepada istri-istri mereka tersebut, sebagai ganti rugi yang setimpal. Ini adalah bentuk jaminan sosial yang luar biasa dalam Islam—tidak ada seorang pun yang dirugikan, dan keadilan ditegakkan di tengah-tengah umat.

Kemudian Allah menutup ayat ini dengan seruan yang sangat menyentuh hati: "Dan bertakwalah kepada Allah yang kalian beriman kepada-Nya." Ini adalah pengingat yang lembut namun tegas—jika kalian benar-benar beriman kepada Allah, maka konsekuensi dari keimanan tersebut adalah ketakwaan, yaitu melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Keimanan bukan sekadar pengakuan di lisan, tetapi ia harus terwujud dalam amal perbuatan sehari-hari.

Saudaraku seiman, perhatikanlah betapa indahnya syariat Islam ini. Ia tidak pernah membiarkan seorang mukmin pun terlantar atau dirugikan. Allah selalu menyediakan jalan keluar bagi setiap kesulitan. Maka berpegangteguhlah pada agama ini dengan sepenuh hati, karena di dalamnya terdapat kemaslahatan dunia dan akhirat. Bertakwalah kepada Allah dalam setiap keadaan, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dari segala kesempitan dan memberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar doa hamba-hamba-Nya dan Maha Mengetahui segala isi hati mereka.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 9-13 — Al-Mumtahanah

9إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَىٰ إِخْرَاجِكُمْ أَن تَوَلَّوْهُمْ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
10يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا جَاءَكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ ۖ اللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِهِنَّ ۖ فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ ۖ لَا هُنَّ حِلٌّ لَّهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ ۖ وَآتُوهُم مَّا أَنفَقُوا ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ أَن تَنكِحُوهُنَّ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ ۚ وَلَا تُمْسِكُوا بِعِصَمِ الْكَوَافِرِ وَاسْأَلُوا مَا أَنفَقْتُمْ وَلْيَسْأَلُوا مَا أَنفَقُوا ۚ ذَٰلِكُمْ حُكْمُ اللَّهِ ۖ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ ۚ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami suami) mereka, mahar yang telah mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta mahar yang telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
11وَإِن فَاتَكُمْ شَيْءٌ مِّنْ أَزْوَاجِكُمْ إِلَى الْكُفَّارِ فَعَاقَبْتُمْ فَآتُوا الَّذِينَ ذَهَبَتْ أَزْوَاجُهُم مِّثْلَ مَا أَنفَقُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنتُم بِهِ مُؤْمِنُونَ
Dan jika seseorang dari isteri-isterimu lari kepada orang-orang kafir, lalu kamu mengalahkan mereka maka bayarkanlah kepada orang-orang yang lari isterinya itu mahar sebanyak yang telah mereka bayar. Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nya kamu beriman.
12يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا جَاءَكَ الْمُؤْمِنَاتُ يُبَايِعْنَكَ عَلَىٰ أَن لَّا يُشْرِكْنَ بِاللَّهِ شَيْئًا وَلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِينَ وَلَا يَقْتُلْنَ أَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِينَ بِبُهْتَانٍ يَفْتَرِينَهُ بَيْنَ أَيْدِيهِنَّ وَأَرْجُلِهِنَّ وَلَا يَعْصِينَكَ فِي مَعْرُوفٍ ۙ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
13يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَوَلَّوْا قَوْمًا غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ قَدْ يَئِسُوا مِنَ الْآخِرَةِ كَمَا يَئِسَ الْكُفَّارُ مِنْ أَصْحَابِ الْقُبُورِ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah. Sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.
Al-MumtahanahIndeks Quran
13Ayat
MadaniyahRevelation
11Ayat

Terjemah — Al-Mumtahanah 11

Surat Al-Mumtahanah Ayat 11 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan jika seseorang dari isteri-isterimu lari kepada orang-orang kafir, lalu…

Surat Ayat 11/13 — Al-Mumtahanah الممتحنة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mumtahanah Dengarkan, Al-Mumtahanah Terjemah, Al-Mumtahanah mp3, Al-Mumtahanah pdf. Ayat 9–13. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu