Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Nafs wāḥidah: Satu jiwa, yaitu Nabi Adam 'alaihissalām.
- Zaujahā: Pasangannya, yaitu Hawa.
- Tasyaghāhā: Bercampur/berhubungan suami istri.
- Ḥamlan khafīfā: Kandungan yang ringan, yaitu air mani (nuthfah) yang belum terasa berat.
- Fatamarrat bihī: Terus berjalan dan beraktivitas dengan kandungan itu tanpa merasa terganggu.
- Atsqalat: Kandungannya semakin besar dan memberatkan, mendekati waktu melahirkan.
- Ṣāliḥan: Anak yang sempurna, sehat, dan baik bentuk tubuhnya.
Tafsir:
Wahai sekalian manusia, Allah-lah yang menciptakan kalian dari satu jiwa, yaitu Nabi Adam 'alaihissalām. Dari Adam itulah Allah menciptakan pasangannya, Hawa, agar Adam merasa tenang, tenteram, dan saling menyayangi dengannya. Inilah bukti kasih sayang Allah kepada manusia, bahwa Dia menciptakan pasangan dari jenis kita sendiri agar tercipta ketenangan dan keharmonisan dalam hidup.
Ketika seorang suami bergaul dengan istrinya, maka istri mengandung dengan kandungan yang ringan pada awalnya—tidak terasa berat—sehingga ia tetap bisa menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Namun ketika kandungan itu semakin besar dan memberatkan, mendekati waktu kelahiran, maka kedua orang tua itu—sebagaimana Adam dan Hawa serta seluruh keturunan mereka—berdoa kepada Allah, Tuhan mereka: "Jika Engkau berikan kepada kami anak yang sempurna, sehat, dan baik, maka kami pasti akan termasuk orang-orang yang bersyukur."
Ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat indah: bahwa pernikahan adalah jalan untuk meraih ketenangan hati, dan bahwa anak adalah amanah yang harus disyukuri. Doa orang tua kepada Allah untuk kebaikan anaknya adalah doa yang mustajab. Betapa banyak orang tua yang menanti kehadiran buah hati dengan penuh harap, dan ketika Allah mengabulkan, mereka lupa untuk bersyukur. Padahal syukur adalah kunci bertambahnya nikmat.
Renungkanlah wahai saudaraku—betapa Allah telah memuliakan manusia dengan menciptakan mereka dari satu asal yang sama, agar tidak ada yang merasa lebih tinggi dari yang lain. Semua berasal dari Adam, dan Adam berasal dari tanah. Maka tawadhu'lah, saling sayang-menyayangilah, dan jadikanlah keluarga sebagai ladang ibadah dan syukur kepada Allah. Ketika Allah mengaruniakan keturunan yang baik, maka pertahankanlah rasa syukur itu dengan mendidik anak-anak kita di atas ketaatan kepada Allah, agar mereka menjadi generasi yang saleh dan membawa keberkahan bagi kedua orang tuanya, baik di dunia maupun di akhirat.
📜 Ayat 187-191 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 189
Surat Ayat 189/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 187–191. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








