Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Tatsqafannahum (تَثْقَفَنَّهُمْ): Engkau menemui atau menangkap mereka, maksudnya bertemu dan menguasai mereka dalam peperangan.
- Fasyarrid (فَشَرِّدْ): Cerai-beraikanlah, maksudnya berilah mereka hukuman yang membuat orang lain di belakang mereka gentar dan takut sehingga mereka tercerai-berai.
- Man khalfahum (مَنْ خَلْفَهُمْ): Orang-orang yang berada di belakang mereka, yaitu musuh-musuh lain yang belum berperang atau yang mengintai kesempatan.
- Yadzdzakkarun (يَذَّكَّرُونَ): Mereka mengambil pelajaran dan ingat, sehingga tidak berani melakukan seperti yang dilakukan pendahulu mereka.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad ﷺ, jika engkau benar-benar bertemu dan berhadapan dengan mereka—yakni golongan yang telah mengkhianati perjanjian dan merusak kesepakatan—di medan perang, maka berikanlah mereka hukuman yang setimpal dan tegas. Bunuhlah mereka dan perlakukan mereka dengan keras, agar berita tentang kekalahan dan kehancuran mereka tersebar luas ke tengah-tengah musuh-musuh yang lain yang berada di belakang mereka. Dengan demikian, hati mereka akan dipenuhi rasa takut dan gentar, sehingga mereka tidak berani menyerangmu atau membantah perintahmu.
Tindakan tegas ini bukanlah bentuk kebengisan, melainkan strategi perang yang bijaksana. Ia adalah pelajaran berharga bagi siapa pun yang berniat jahat terhadap kaum muslimin. Hukuman yang berat terhadap para pengkhianat akan membuat musuh-musuh lainnya berpikir ribuan kali sebelum bertindak. Mereka akan berkata, "Jika beginilah akibatnya bagi mereka yang melanggar perjanjian, maka kami tidak akan berani melakukan hal yang sama."
Semoga dengan cara ini mereka mau mengambil pelajaran, merenung, dan kembali kepada kebenaran. Sebab tujuan utama dari semua ini bukanlah untuk menumpahkan darah, melainkan untuk menjaga keamanan dan kedamaian, serta membuka pintu kesadaran bagi mereka yang masih bisa berpikir jernih.
Hikmah dan Pelajaran:
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa dalam menghadapi pengkhianatan dan permusuhan, seorang mukmin tidak boleh bersikap lemah atau ragu. Ketegasan yang proporsional adalah bentuk kasih sayang yang lebih besar kepada umat, karena ia melindungi banyak orang dari kejahatan yang lebih luas. Islam adalah agama yang mengajarkan keseimbangan: kasih sayang kepada yang tunduk, dan ketegasan kepada yang melampaui batas.
Ketika kita melihat bagaimana Allah membimbing Nabi-Nya dalam menghadapi musuh, kita semakin yakin bahwa Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan tanpa alasan. Setiap tindakan memiliki tujuan mulia: melindungi jiwa, harta, dan kehormatan umat, serta membuka jalan bagi hidayah. Maka jadilah pribadi yang tegas dalam kebenaran, namun tetap berharap agar mereka yang tersesat mendapat petunjuk, karena hidayah itu di tangan Allah semata.
📜 Ayat 55-59 — Al-Anfal
Terjemah — Al-Anfal 57
Surat Al-Anfal Ayat 57 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Jika kamu menemui mereka dalam peperangan, maka cerai beraikanlah orang-orang…Surat Ayat 57/75 — Al-Anfal الأنفال (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anfal Dengarkan, Al-Anfal Terjemah, Al-Anfal mp3, Al-Anfal pdf. Ayat 55–59. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








