Al-Anfal · 58/75
Terjemah Transliterasi — Al-Anfal
وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِن قَوْمٍ خِيَانَةً فَانبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَىٰ سَوَاءٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ ۝٥٨
Wa immaa takhaafana min qawmin khiyaanatan fambiz ilaihim `alaa sawaaa`; innal laaha laayuhibbul khaaa`ineen
📖 Arti Bahasa Indonesia
Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata Penting:

  • Takhafanna (تَخَافَنَّ): merasa khawatir atau takut akan terjadinya sesuatu.
  • Khiyanah (خِيَانَةً): pengkhianatan, yaitu melanggar perjanjian dan tidak menepati janji.
  • Fanbidz (فَانبِذْ): lemparkan atau kembalikan, maksudnya nyatakan pembatalan perjanjian secara tegas.
  • 'Ala sawaa` (عَلَىٰ سَوَاءٍ): dalam keadaan sama-sama mengetahui, sehingga kedua belah pihak memiliki pengetahuan yang setara.

Tafsir Ayat:

Wahai Rasulullah ﷺ, jika engkau memiliki kekhawatiran yang kuat terhadap suatu kaum yang telah mengikat perjanjian damai denganmu—dengan munculnya tanda-tanda yang menunjukkan bahwa mereka akan berkhianat dan melanggar perjanjian tersebut—maka janganlah engkau menunggu hingga pengkhianatan itu benar-benar terjadi. Akan tetapi, segeralah umumkan kepada mereka secara terbuka bahwa perjanjian antara kalian telah dibatalkan, sehingga kedua belah pihak sama-sama mengetahui bahwa tidak ada lagi ikatan perjanjian setelah saat itu.

Dengan cara ini, engkau telah bersikap adil dan tidak menyerang mereka secara mendadak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Sebab, menyerang musuh secara tiba-tiba padahal masih ada ikatan perjanjian adalah perbuatan khianat yang tercela. Allah ﷻ tidak menyukai orang-orang yang berkhianat, baik dalam perjanjian maupun dalam segala bentuk amanah. Maka berhati-hatilah agar engkau dan kaum muslimin tidak termasuk golongan pengkhianat, karena Allah membenci perbuatan tersebut.


Hikmah dan Pelajaran:

Ayat ini mengajarkan kepada kita betapa tingginya akhlak Islam dalam berhubungan dengan pihak lain, bahkan dengan musuh sekalipun. Islam tidak pernah mengajarkan kecurangan atau pengkhianatan, meskipun terhadap mereka yang berniat jahat. Sebaliknya, Islam mengajarkan kejujuran, transparansi, dan keadilan dalam segala keadaan.

Sungguh indah ajaran ini! Seorang mukmin diperintahkan untuk bersikap tegas namun tetap sportif. Ketika ada indikasi pengkhianatan, kita diperintahkan untuk menyelesaikan hubungan secara terhormat, bukan dengan tipu muslihat. Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan universal.

Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pelajaran berharga dalam kehidupan sehari-hari: jadilah pribadi yang menepati janji, menjaga amanah, dan senantiasa berlaku adil kepada siapa pun. Karena Allah mencintai orang-orang yang jujur dan membenci para pengkhianat. Semoga kita semua dijauhkan dari sifat khianat dan senantiasa istiqamah di atas kejujuran dan amanah. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 56-60 — Al-Anfal

56الَّذِينَ عَاهَدتَّ مِنْهُمْ ثُمَّ يَنقُضُونَ عَهْدَهُمْ فِي كُلِّ مَرَّةٍ وَهُمْ لَا يَتَّقُونَ
(Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya).
57فَإِمَّا تَثْقَفَنَّهُمْ فِي الْحَرْبِ فَشَرِّدْ بِهِم مَّنْ خَلْفَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ
Jika kamu menemui mereka dalam peperangan, maka cerai beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, supaya mereka mengambil pelajaran.
58وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِن قَوْمٍ خِيَانَةً فَانبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَىٰ سَوَاءٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ
Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.
59وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَبَقُوا ۚ إِنَّهُمْ لَا يُعْجِزُونَ
Dan janganlah orang-orang yang kafir itu mengira, bahwa mereka akan dapat lolos (dari kekuasaan Allah). Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (Allah).
60وَأَعِدُّوا لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنفِقُوا مِن شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لَا تُظْلَمُونَ
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).
Al-AnfalIndeks Quran
75Ayat
MadaniyahRevelation
58Ayat

Terjemah — Al-Anfal 58

Surat Al-Anfal Ayat 58 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan,…

Surat Ayat 58/75 — Al-Anfal الأنفال (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anfal Dengarkan, Al-Anfal Terjemah, Al-Anfal mp3, Al-Anfal pdf. Ayat 56–60. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu