Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- لَا يَرْقُبُوا (lā yarqubū): Mereka tidak memelihara/menjaga.
- إِلًّا (illan): Hubungan kekerabatan/pertalian darah.
- ذِمَّةً (dzimmah): Perjanjian/jaminan keamanan.
- يُرضُونَكُم بِأَفْوَاهِهِمْ (yurdhūnakum bi-afwāhihim): Mereka menyenangkan kalian dengan perkataan yang keluar dari mulut mereka.
- تَأْبَىٰ قُلُوبُهُمْ (ta'bā qulūbuhum): Hati mereka menolak/enggan.
- فَاسِقُونَ (fāsiqūn): Orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan melanggar perjanjian.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingkari dengan tegas keberadaan ikatan perjanjian yang kokoh dengan orang-orang musyrik. Bagaimana mungkin ada perjanjian yang dapat dipercaya dari mereka, sementara jika mereka memperoleh kekuasaan dan kemenangan atas kalian, mereka sama sekali tidak memelihara hubungan kekerabatan dan tidak menghormati ikatan perjanjian yang telah disepakati? Mereka tidak peduli terhadap ikatan apa pun, baik ikatan darah maupun ikatan perjanjian.
Mereka memang pandai bermulut manis—mereka mengucapkan kata-kata yang menyenangkan dengan lisan mereka agar kalian merasa puas dan percaya kepada mereka. Namun, hati mereka menolak apa yang mereka ucapkan; ada jurang pemisah yang dalam antara lisan dan hati mereka. Mereka berkata sesuatu yang bertentangan dengan apa yang mereka sembunyikan dalam hati. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik, yaitu orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah, suka melanggar janji, dan tidak memiliki komitmen terhadap nilai-nilai kebenaran.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku seiman, ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran berharga tentang pentingnya kewaspadaan dan tidak mudah tertipu oleh penampilan lahiriah. Islam mengajarkan kita untuk cerdas dan waspada dalam menyikapi hubungan antarmanusia, terutama dengan mereka yang dikenal suka mengingkari janji.
Perhatikanlah bagaimana Al-Qur'an menggambarkan kondisi orang-orang yang tidak memiliki komitmen terhadap nilai-nilai luhur. Mereka pandai merangkai kata-kata indah, tetapi hati mereka jauh dari kebenaran. Ini adalah peringatan bagi kita agar tidak terjebak dalam kepalsuan, dan sekaligus dorongan untuk senantiasa menjadikan kejujuran dan ketulusan sebagai ciri khas kepribadian seorang mukmin.
Sebagai seorang muslim, kita diajarkan untuk selalu menepati janji, berkata jujur, dan menjadikan hati serta lisan kita selaras dalam kebaikan. Inilah akhlak mulia yang dicintai Allah dan Rasul-Nya. Mari kita jadikan ayat ini sebagai cermin untuk memperbaiki diri, agar kita termasuk hamba-hamba yang istiqamah dalam kebenaran, jauh dari kemunafikan, dan senantiasa berada dalam naungan ridha Allah Ta'ala.
📜 Ayat 6-10 — At-Taubah
Terjemah — At-Taubah 8
Surat At-Taubah Ayat 8 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan…Surat Ayat 8/129 — At-Taubah التوبة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Taubah Dengarkan, At-Taubah Terjemah, At-Taubah mp3, At-Taubah pdf. Ayat 6–10. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu







