Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Ar-a'aitaka (أَرَأَيْتَكَ): Kabarkanlah kepadaku atau terangkanlah kepadaku. Ini adalah ungkapan untuk meminta penjelasan, namun di sini bernada ingkar dan sombong.
- Karramta (كَرَّمْتَ): Engkau muliakan dan utamakan.
- Akhratani (أَخَّرْتَنِي): Engkau tangguhkan (umurku) dan beri aku kesempatan hidup.
- La-ah'tanikanna (لَأَحْتَنِكَنَّ): Sungguh aku akan menguasai, menundukkan, dan menyesatkan mereka dengan cara menarik mereka ke dalam kesesatan secara total, seperti seorang penggembala yang memotong habis rumput di padang.
- Dzurriyyatahu (ذُرِّيَّتَهُ): Keturunannya, yaitu anak cucu Nabi Adam.
Tafsir Ayat:
Setelah iblis dengan angkuhnya menolak perintah Allah untuk bersujud kepada Adam, ia pun melanjutkan sikap durhakanya dengan berkata kepada Allah dengan nada penuh kesombongan dan penentangan: "Wahai Tuhanku, terangkanlah kepadaku tentang makhluk yang Engkau muliakan dan utamakan di atasku ini? Mengapa Engkau lebihkan dia daripadaku, padahal aku diciptakan dari api sedangkan dia dari tanah?" Pertanyaan ini bukanlah pertanyaan untuk mencari kebenaran, melainkan bentuk protes dan keingkaran terhadap ketetapan Allah.
Kemudian iblis bersumpah dengan sumpah yang sangat keras: "Jika Engkau berikan aku tangguhan umur dan biarkan aku hidup sampai hari kiamat, maka sungguh aku akan benar-benar menguasai keturunan Adam dan menyesatkan mereka dari jalan-Mu yang lurus. Aku akan menarik mereka ke dalam kesesatan dan kemaksiatan dengan segala tipu daya yang aku miliki, kecuali sebagian kecil dari mereka yang Engkau lindungi dan jaga keikhlasannya, yaitu hamba-hamba-Mu yang mukhlis."
Iblis mengungkapkan niat jahatnya dengan sangat jelas dan terang-terangan. Ia tidak hanya ingin menyesatkan Adam, tetapi juga seluruh keturunannya sepanjang zaman. Ia ingin membalas dendam atas penghinaan yang ia rasakan, dengan cara menjerumuskan anak cucu Adam ke dalam api neraka bersamanya.
Namun perlu kita perhatikan bahwa dalam kesombongannya itu, iblis sendiri mengakui bahwa ada sekelompok kecil dari keturunan Adam yang tidak akan mampu ia sesatkan, yaitu mereka yang ikhlas dalam beriman dan beribadah kepada Allah. Ini menunjukkan bahwa keikhlasan adalah benteng yang kokoh yang tidak dapat ditembus oleh tipu daya setan.
Pelajaran dan Hikmah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita beberapa perkara penting:
- Iblis adalah musuh yang nyata dan telah menyatakan permusuhannya secara terbuka. Ia telah bersumpah untuk menyesatkan kita. Maka kita harus selalu waspada dan tidak lengah terhadap tipu dayanya. Jangan pernah meremehkan bisikan-bisikan jahatnya, sekecil apa pun.
- Keikhlasan adalah kunci keselamatan. Iblis sendiri mengakui bahwa ia tidak mampu menyesatkan hamba-hamba Allah yang ikhlas. Maka perbaikilah niat kita dalam setiap amal ibadah. Jadikanlah segala sesuatu semata-mata karena Allah, bukan karena riya atau ingin dipuji manusia.
- Jangan pernah sombong dan dengki. Kesombongan iblis menyebabkan ia diusir dari rahmat Allah. Ia dengki kepada Adam karena merasa dirinya lebih baik. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita agar tidak pernah merasa lebih mulia dari orang lain, karena kemuliaan di sisi Allah bukan diukur dari asal usul, harta, atau kedudukan, melainkan dari ketakwaan.
- Allah Maha Penyayang dan Maha Pelindung. Meskipun iblis bersumpah akan menyesatkan keturunan Adam, Allah tidak membiarkan hamba-hamba-Nya tanpa perlindungan. Allah memberikan akal, petunjuk melalui para rasul, dan kitab-kitab suci sebagai pedoman. Barang siapa berpegang teguh kepada petunjuk Allah, maka ia akan selamat dari tipu daya iblis.
- Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Selama kita masih hidup, pintu taubat selalu terbuka. Iblis menunggu kita terjerumus dalam dosa, tetapi Allah menunggu kita kembali kepada-Nya dengan taubat yang tulus. Sungguh, Allah lebih senang menerima taubat hamba-Nya daripada seorang yang kehilangan untanya di padang pasir lalu menemukannya kembali.
Semoga Allah melindungi kita semua dari godaan setan yang terkutuk, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan istiqamah di atas jalan-Nya yang lurus. Aamiin.
📜 Ayat 60-64 — Al-Isra
Terjemah — Al-Isra 62
Surat Al-Isra Ayat 62 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dia (iblis) berkata: "Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan…Surat Ayat 62/111 — Al-Isra الإسراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Isra Dengarkan, Al-Isra Terjemah, Al-Isra mp3, Al-Isra pdf. Ayat 60–64. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








