Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- تِلْكَ (tilka): Itu, merujuk kepada umat-umat terdahulu.
- أُمَّةٌ (ummah): Suatu golongan atau generasi manusia.
- قَدْ خَلَتْ (qad khalat): Telah berlalu, telah tiada, telah meninggal dunia.
- لَهَا مَا كَسَبَتْ (lahā mā kasabat): Bagi mereka apa yang telah mereka usahakan.
- وَلَكُم مَّا كَسَبْتُمْ (wa lakum mā kasabtum): Dan bagi kalian apa yang kalian usahakan.
- لَا تُسْأَلُونَ (lā tus'alūn): Kalian tidak akan ditanya.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum mukminin, ketahuilah bahwa umat-umat sebelum kalian—baik dari kalangan Nabi Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak cucu mereka—telah berlalu dengan membawa amal perbuatan mereka masing-masing. Mereka tidak akan kembali lagi ke dunia ini, dan setiap jiwa akan mempertanggungjawabkan apa yang telah dikerjakannya sendiri. Bagi mereka pahala atas kebaikan yang mereka lakukan, dan bagi mereka pula siksa atas keburukan yang mereka perbuat. Demikian pula kalian, wahai orang-orang yang beriman, akan mendapatkan balasan sesuai dengan amal kalian sendiri, bukan amal orang lain.
Tidak ada seorang pun yang akan ditanya tentang dosa orang lain, dan tidak ada seorang pun yang dapat mewarisi pahala orang lain. Kalian tidak akan ditanya tentang apa yang mereka kerjakan, dan mereka pun tidak akan ditanya tentang apa yang kalian kerjakan. Setiap orang berdiri sendiri di hadapan Allah pada hari kiamat, memikul amalnya sendiri, dan tidak ada yang dapat menolong atau menggantikan orang lain.
Ayat ini menegaskan prinsip keadilan Allah yang sempurna, bahwa setiap jiwa hanya dibalas berdasarkan apa yang ia usahakan sendiri. Tidak ada hubungan darah atau nasab yang dapat menyelamatkan seseorang tanpa iman dan amal saleh. Kebanggaan terhadap leluhur yang saleh tidaklah bermanfaat jika tidak disertai dengan keimanan dan ketakwaan pribadi. Yang menjadi ukuran di sisi Allah hanyalah iman, amal, dan ketakwaan masing-masing individu.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat yang mulia ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: janganlah kita pernah merasa cukup hanya dengan menisbatkan diri kepada orang-orang saleh, baik itu para nabi, sahabat, ulama, maupun orang tua kita yang shalih. Karena pada hari kiamat nanti, setiap jiwa akan berdiri sendiri di hadapan Allah. Tidak ada seorang pun yang dapat meminjamkan pahala kebaikannya kepada kita, dan tidak ada seorang pun yang dapat menanggung dosa kita.
Inilah keadilan Allah yang Mahaagung. Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya sedikit pun. Setiap kebaikan sekecil apa pun akan dibalas, dan setiap keburukan sekecil apa pun akan diperhitungkan. Maka marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan, memperbanyak amal saleh, dan memperbaiki hubungan kita dengan Allah. Janganlah kita tertipu oleh kebanggaan terhadap nasab atau keturunan, karena yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.
Ayat ini juga menanamkan dalam diri kita sikap tanggung jawab pribadi. Kita tidak boleh menyalahkan orang lain atas kesalahan kita, dan kita tidak boleh berharap kepada amal orang lain untuk menyelamatkan kita. Setiap langkah kebaikan yang kita lakukan hari ini adalah investasi untuk masa depan kita di akhirat. Maka janganlah menunda-nunda kebaikan, karena kematian datang tanpa kita duga. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertakwa dan beramal saleh, serta mempertemukan kita dengan orang-orang yang kita cintai dalam kebaikan di surga-Nya yang kekal. Aamiin.
📜 Ayat 139-143 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 141
Surat Al-Baqarah Ayat 141 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Itu adalah umat yang telah lalu; baginya apa yang diusahakannya…Surat Ayat 141/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 139–143. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








