Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Al-Asbāth (الأَسْبَاط): Keturunan Nabi Ya'qub 'alaihissalam yang terdiri dari dua belas suku Bani Israil. Maksudnya di sini adalah para nabi yang diutus di kalangan suku-suku tersebut.
- Hūdan (هُودًا): Orang-orang yang menganut agama Yahudi.
- Naṣārā (نَصَارَى): Orang-orang yang menganut agama Nasrani.
- Katama (كَتَمَ): Menyembunyikan atau merahasiakan sesuatu yang seharusnya diungkapkan.
- Syahādah (شَهَادَةً): Kesaksian atau bukti kebenaran yang jelas.
Tafsir Ayat:
Wahai Ahlul Kitab, apakah kalian benar-benar berkata bahwa Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Ishaq, Nabi Ya'qub, dan para nabi dari keturunan Ya'qub—mereka semua itu penganut agama Yahudi atau Nasrani? Sungguh ini adalah perkataan yang sangat keliru dan jauh dari kebenaran! Bagaimana mungkin mereka dikatakan beragama Yahudi atau Nasrani, padahal mereka hidup dan wafat jauh sebelum Taurat dan Injil diturunkan? Tentu saja tidak masuk akal sama sekali.
Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan Nabi Muhammad ﷺ untuk membantah mereka dengan pertanyaan yang sangat tegas: "Apakah kalian yang lebih tahu tentang agama mereka, ataukah Allah?" Tentu saja Allah-lah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Dan Allah telah memberitakan dalam Al-Qur'an bahwa Nabi Ibrahim dan anak-anaknya adalah hamba-hamba yang tunduk patuh kepada Allah (muslimin), berpegang teguh pada agama yang lurus (hanif), tidak pernah menyekutukan Allah dengan sesuatu pun.
Kemudian Allah menegaskan: Tidak ada orang yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan kesaksian yang telah ia ketahui dari Allah. Mereka sebenarnya mengetahui kebenaran bahwa para nabi tersebut adalah orang-orang yang lurus dan bertauhid, dan mereka juga mengetahui bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah utusan Allah yang hak, karena hal itu tertulis dalam kitab-kitab suci mereka. Namun mereka menyembunyikan kebenaran ini dan justru mengklaim hal yang sebaliknya. Ini adalah kezaliman yang paling besar!
Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kalian kerjakan. Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui segala perbuatan hamba-Nya. Tidak ada satu pun yang tersembunyi dari-Nya, sekecil apa pun. Semua akan dicatat dan akan dimintai pertanggungjawaban kelak di hari kiamat.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kepada kita betapa pentingnya kejujuran dan amanah dalam menyampaikan kebenaran. Janganlah sekali-kali kita menutup-nutupi kebenaran yang telah kita ketahui, karena itu adalah bentuk kezaliman yang sangat besar di sisi Allah. Allah Maha Melihat segala perbuatan kita, tidak ada yang tersembunyi dari-Nya.
Marilah kita jadikan kisah para nabi sebagai teladan dalam kehidupan kita. Mereka adalah hamba-hamba pilihan yang senantiasa istiqamah di atas tauhid dan ketaatan kepada Allah. Kita sebagai umat Islam patut bersyukur karena Allah telah menunjukkan kepada kita jalan yang lurus, jalan yang sama dengan jalan para nabi dan rasul. Maka berpegang teguhlah pada Al-Qur'an dan Sunnah, niscaya kita akan selamat di dunia dan akhirat. Semoga Allah senantiasa meneguhkan hati kita di atas kebenaran dan menjauhkan kita dari sifat menyembunyikan kebenaran. Aamiin.
📜 Ayat 138-142 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 140
Surat Al-Baqarah Ayat 140 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim,…Surat Ayat 140/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 138–142. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








