Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Junāh (جُنَاحٌ): Dosa, keberatan, atau halangan.
- Tabtaghū (تَبْتَغُوا): Mencari, mengusahakan, atau menuntut.
- Fadhlan (فَضْلًا): Karunia, rezeki, atau keutamaan (di sini bermakna keuntungan dagang).
- Afadhtum (أَفَضْتُمْ): Bertolak, beranjak, atau kembali dengan cepat dari suatu tempat (di sini dari Arafah menuju Muzdalifah).
- Al-Masy'aril Harām (الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ): Tempat suci yang diagungkan, yaitu Muzdalifah.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini turun untuk menghilangkan keraguan sebagian kaum muslimin yang merasa berdosa jika berniaga atau mencari rezeki di musim haji. Allah Ta'ala dengan kasih sayang-Nya menegaskan bahwa tidak ada dosa sama sekali bagi kalian wahai kaum muslimin untuk mencari karunia dan rezeki halal dari Rabb kalian melalui perdagangan atau usaha lainnya selama musim haji. Ini adalah rahmat dan kemudahan dari Allah, karena haji tidak menghalangi kalian untuk memenuhi kebutuhan hidup duniawi, selama hal itu dilakukan dengan cara yang halal dan tidak melalaikan kewajiban haji.
Kemudian Allah membimbing hamba-hamba-Nya tentang tata cara ibadah yang agung ini. Apabila kalian telah bertolak dari Arafah setelah wukuf pada hari kesembilan Dzulhijjah, dan kalian beranjak menuju Muzdalifah, maka perbanyaklah berzikir kepada Allah di Muzdalifah, yaitu di tempat suci yang diagungkan (Al-Masy'aril Harām). Berzikirlah dengan bertasbih, bertahlil, bertakbir, berdoa, dan berdoa dengan khusyuk. Ingatlah Allah dengan penuh ketundukan dan rasa syukur, sebagaimana Dia telah memberi petunjuk kepada kalian kepada agama-Nya yang lurus dan mengajarkan kalian manasik haji yang benar. Sungguh, sebelum datangnya petunjuk ini, kalian termasuk golongan orang-orang yang sesat dan bodoh tentang cara beribadah kepada Allah, tidak mengetahui kebenaran. Maka sebagai wujud syukur atas nikmat hidayah yang agung ini, hendaknya kalian senantiasa berzikir dan berdoa kepada-Nya.
Pesan dan Hikmah:
Wahai saudara-saudara seiman, perhatikanlah betapa indahnya ajaran Islam ini! Agama kita tidak memisahkan antara urusan dunia dan akhirat. Bahkan di tengah ibadah haji yang agung, Allah memberikan kelapangan bagi hamba-Nya untuk mencari rezeki yang halal. Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang sempurna, seimbang, dan penuh kasih sayang. Jangan pernah merasa berat atau berdosa ketika kita berusaha mencari nafkah dengan cara yang halal, karena Allah sendiri yang mengizinkan dan memberkahinya.
Dan lihatlah bagaimana Allah mengajarkan kita untuk senantiasa berzikir kepada-Nya, terutama di tempat-tempat yang mulia dan di waktu-waktu yang mustajab. Zikir bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi juga penghayatan hati bahwa Allah Maha Besar, Maha Kuasa, dan Maha Memberi petunjuk. Dahulu kita dalam kegelapan kesesatan, tidak tahu arah ibadah yang benar. Lalu Allah membukakan pintu hidayah-Nya, mengajarkan kita cara beribadah, dan menunjukkan jalan menuju surga-Nya. Maka sudah sepantasnya kita memenuhi hati kita dengan rasa syukur yang mendalam, dan lisan kita dengan pujian dan doa kepada-Nya.
Marilah kita jadikan setiap langkah hidup kita, termasuk dalam mencari rezeki, sebagai ibadah yang bernilai di sisi Allah. Niatkanlah dengan ikhlas, jaga kehalalannya, dan jangan lupa berzikir kepada Allah dalam setiap keadaan. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan mempertemukan kita dengan Baitullah untuk menunaikan ibadah haji dan umrah. Aamiin.
📜 Ayat 196-200 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 198
Surat Al-Baqarah Ayat 198 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan)…Surat Ayat 198/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 196–200. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








