Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Manan (مَنًّا): Menyebut-nyebut pemberian kepada orang yang diberi, baik dengan ucapan maupun sindiran, yang dapat menyakiti hatinya.
- Adza (أَذًى): Menyakiti perasaan orang yang menerima pemberian, baik dengan perkataan maupun perbuatan, seperti mencela atau merendahkannya.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan sosok hamba-hamba Allah yang ikhlas dalam berinfak. Mereka adalah orang-orang yang membelanjakan harta bendanya di jalan Allah—baik untuk jihad fisabilillah, membantu fakir miskin, membangun masjid, maupun segala bentuk kebaikan lainnya—dengan niat yang tulus semata-mata mengharap ridha Allah. Namun yang menjadikan mereka istimewa adalah sikap mereka setelah berinfak: mereka tidak pernah mengiringi pemberiannya dengan *manan* (menyebut-nyebut pemberian) dan tidak pula menyakiti hati penerima dengan *adza* (gangguan atau celaan). Mereka menjaga keikhlasan dan kehormatan orang yang diberi, seakan-akan mereka lupa bahwa mereka telah berbuat baik.
Orang-orang dengan sifat mulia seperti inilah yang dijanjikan Allah pahala yang besar dan sempurna di sisi Rabb mereka. Mereka tidak akan merasakan ketakutan terhadap apa yang akan datang di akhirat, karena amal mereka diterima dan dosa mereka diampuni. Mereka juga tidak akan bersedih atas apa yang telah berlalu di dunia, karena kebahagiaan dan kenikmatan yang menanti mereka jauh lebih besar dan abadi.
Ayat ini mengajarkan kita bahwa sedekah yang diterima Allah bukan sekadar soal jumlah harta yang dikeluarkan, melainkan juga soal kemurnian hati dan kelembutan sikap. Satu kebaikan yang dijaga dengan keikhlasan dan kelembutan jauh lebih bernilai di sisi Allah daripada harta yang banyak namun diiringi dengan sikap yang menyakiti. Allah Maha Mengetahui isi hati hamba-Nya, dan Dia tidak akan menyia-nyiakan amal orang-orang yang ikhlas.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, betapa indahnya ajaran Islam ini! Islam tidak hanya mengajarkan kita untuk berbagi, tetapi juga mengajarkan adab dalam berbagi. Ketika kita memberi, janganlah sekali-kali kita merusak pahala kita dengan menyebut-nyebut pemberian atau menyakiti perasaan penerima. Ingatlah bahwa harta yang kita miliki hanyalah titipan Allah, dan orang yang kita bantu adalah saudara kita yang sedang diuji. Dengan menjaga hati mereka, sesungguhnya kita sedang menjaga hubungan kita dengan Allah. Mari kita jadikan setiap sedekah kita sebagai investasi akhirat yang bersih dan berkah, agar kelak kita termasuk golongan yang tidak merasa takut dan tidak bersedih di hari pembalasan. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang ikhlas dan dermawan. Aamiin.
📜 Ayat 260-264 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 262
Surat Al-Baqarah Ayat 262 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak…Surat Ayat 262/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 260–264. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








