Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Lā yad'ūna: Tidak menyeru, tidak menyembah, dan tidak beribadah kepada selain Allah.
- An-Nafs allatī ḥarramallāh: Jiwa yang Allah haramkan untuk dibunuh, yaitu jiwa seorang Muslim, jiwa orang kafir yang terikat perjanjian (mu'āhad), dan jiwa orang kafir dzimmi (yang berada di bawah perlindungan negara Islam).
- Illā bil-ḥaqq: Kecuali dengan alasan yang dibenarkan syariat, seperti qishash (hukuman setimpal bagi pembunuh), hukuman bagi orang murtad, dan hukuman rajam bagi pezina yang sudah menikah (muḥshan).
- Yaznūna: Melakukan perbuatan zina, yaitu hubungan seksual di luar ikatan pernikahan yang sah.
- Yalqa athāmā: Akan menemui balasan dosa, yaitu siksa dan azab yang pedih di akhirat.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan sebagian dari sifat-sifat agung hamba-hamba Allah yang beriman dan menjadi ciri khas mereka yang akan mendapatkan kemuliaan di sisi-Nya. Sifat-sifat ini adalah benteng kokoh yang menjaga keimanan dan kehormatan mereka.
Pertama, mereka adalah orang-orang yang tidak pernah menyeru atau menyembah sesembahan lain di samping Allah. Hati mereka hanya tertuju kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Mereka membersihkan tauhid mereka dari segala bentuk kesyirikan, baik yang nyata maupun yang tersembunyi. Ini adalah fondasi utama yang membedakan mereka dari orang-orang kafir dan musyrik.
Kedua, mereka tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah untuk dibunuh, kecuali dengan alasan yang benar. Mereka sangat menjaga darah sesama manusia. Mereka tidak menumpahkan darah dengan zalim, tidak melakukan pembunuhan diam-diam, tidak merampas nyawa orang lain karena dendam atau kepentingan dunia. Mereka hanya membunuh jika syariat mengizinkan, seperti hukuman qishash bagi pembunuh, hukuman bagi orang murtad yang membelot dari agama, atau hukuman bagi pezina yang sudah menikah. Ini menunjukkan bahwa Islam sangat menghargai nyawa manusia dan tidak membiarkannya hilang sia-sia.
Ketiga, mereka menjauhkan diri dari perbuatan zina. Mereka menjaga kemaluan dan kehormatan mereka dari perbuatan keji yang diharamkan Allah. Mereka tidak menuruti hawa nafsu seperti perilaku masyarakat jahiliyah yang menganggap zina sebagai hal yang biasa. Mereka tahu bahwa zina adalah dosa besar yang merusak keturunan, menghancurkan rumah tangga, dan menjatuhkan martabat manusia.
Kemudian Allah mengancam dengan ancaman yang sangat keras: "Dan barangsiapa melakukan hal itu (dari dosa-dosa besar tersebut), niscaya dia akan menemui balasan dosa (yang sangat berat)." Artinya, siapa saja yang melakukan salah satu dari dosa-dosa besar ini—syirik, membunuh tanpa hak, atau zina—maka dia akan menuai akibat buruknya di akhirat kelak. Azabnya akan dilipatgandakan, dan dia akan kekal di dalamnya dalam keadaan hina dan terhina. Ini adalah peringatan yang sangat tegas agar setiap Muslim menjauhi dosa-dosa besar ini.
Akan tetapi, di balik ancaman yang keras ini, Allah membuka pintu taubat yang sangat luas. Allah tidak menutup rapat-rapat pintu ampunan bagi hamba-Nya yang berdosa. Jika seseorang yang telah terjerumus dalam dosa-dosa besar ini kemudian bertaubat dengan taubat yang sungguh-sungguh (taubat nashūḥa), beriman dengan iman yang mantap, dan mengerjakan amal saleh, maka Allah akan mengganti keburukan-keburukan mereka menjadi kebaikan. Subhanallah, betapa besar kasih sayang Allah! Dosa yang sebesar gunung pun bisa diampuni-Nya asalkan hamba-Nya kembali kepada-Nya dengan tulus.
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dia selalu memanggil hamba-hamba-Nya untuk kembali kepada-Nya, meskipun mereka telah bermaksiat dengan maksiat yang paling besar sekalipun. Maka, wahai saudaraku, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Selagi nafas masih berhembus, pintu taubat masih terbuka. Kembalilah kepada Allah, perbaiki ibadahmu, jauhi larangan-Nya, dan perbanyaklah amal saleh. Karena sesungguhnya Allah mencintai hamba-Nya yang bertaubat dan menyucikan diri.
📜 Ayat 66-70 — Al-Furqan
Terjemah — Al-Furqan 68
Surat Al-Furqan Ayat 68 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah…Surat Ayat 68/77 — Al-Furqan الفرقان (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Furqan Dengarkan, Al-Furqan Terjemah, Al-Furqan mp3, Al-Furqan pdf. Ayat 66–70. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








