Al-Ahzab · 36/73
Terjemah Transliterasi — Al-Ahzab
وَمَا كَانَ لِمُؤۡمِنٍ وَلَا مُؤۡمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَمۡرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ ٱلۡخِيَرَةُ مِنۡ أَمۡرِهِمۡۗ وَمَن يَعۡصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَٰلًا مُّبِينًا  ۝٣٦
Wa maa kaana limu`mininw wa laa mu`minatin izaa qadal laahu wa Rasooluhooo amran ai yakoona lahumul khiyaratu min amrihim; wa mai ya`sil laaha wa Rasoolahoo faqad dalla dalaalam mubeenaa
📖 Arti Bahasa Indonesia
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • Qaḍā: Memutuskan, menetapkan, atau memerintahkan secara pasti.
  • Al-Khiyarah: Pilihan atau hak untuk memilih.
  • Min Amrihim: Dari urusan mereka sendiri.
  • Ḍalālan Mubīnā: Kesesatan yang nyata dan jelas.

Tafsir Ayat:

Ayat yang mulia ini menegaskan sebuah prinsip agung dalam kehidupan seorang mukmin: tidaklah patut dan tidaklah layak bagi seorang lelaki mukmin maupun perempuan mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu perkara—baik berupa perintah, larangan, maupun ketetapan hukum—mereka masih memiliki pilihan untuk menolak atau memilih selain dari ketetapan tersebut. Sebab, keimanan yang sejati menuntut kepasrahan total kepada Allah dan Rasul-Nya.

Ketika Allah dan Rasul-Nya telah memutuskan suatu urusan, maka tidak ada ruang bagi seorang mukmin untuk berkata, "Saya lebih suka yang ini," atau "Saya tidak setuju dengan ketetapan itu." Ini bukan berarti Islam mematikan akal atau menghilangkan kebebasan berpikir, tetapi justru inilah kemuliaan seorang hamba: ia menyadari bahwa Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya, sedangkan pengetahuan manusia sangat terbatas. Allah yang menciptakan manusia pasti lebih tahu apa yang maslahat dan apa yang mudarat bagi mereka.

Ayat ini turun dalam konteks pernikahan Zaid bin Haritsah—sahabat yang sangat dicintai Rasulullah ﷺ—dengan Zainab binti Jahsy. Ketika Allah dan Rasul-Nya memutuskan perkara tersebut, sebagian orang merasa keberatan, maka Allah menegaskan bahwa tidak ada pilihan bagi seorang mukmin selain tunduk kepada ketetapan-Nya.

Kemudian Allah menutup ayat ini dengan peringatan yang sangat tegas: "Barang siapa yang menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh ia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata." Ini adalah ancaman yang serius, karena kesesatan yang dimaksud bukanlah kesesatan yang samar, melainkan kesesatan yang terang benderang, jauh dari jalan kebenaran, dan tampak jelas bagi siapa pun yang melihatnya.


Renungan dan Pesan Dakwah:

Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: kebahagiaan sejati itu bukan terletak pada selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, tetapi pada kemampuan kita untuk ridha dan menerima apa yang Allah tetapkan. Betapa banyak orang yang ketika keinginannya tidak terpenuhi merasa kecewa, padahal di balik ketetapan Allah tersimpan hikmah yang mungkin belum ia ketahui.

Coba renungkan: jika kita percaya bahwa Allah adalah Ar-Rahman dan Ar-Rahim—Maha Pengasih dan Maha Penyayang—maka mustahil Dia menetapkan sesuatu yang buruk bagi hamba-Nya. Bahkan ketika Allah menguji kita dengan kesulitan, itu adalah bentuk kasih sayang-Nya untuk mengangkat derajat kita dan membersihkan dosa-dosa kita.

Maka, marilah kita jadikan ayat ini sebagai pedoman hidup. Ketika menghadapi persoalan, baik yang berkaitan dengan ibadah, muamalah, rumah tangga, maupun kehidupan sosial, hendaknya kita selalu bertanya: "Apa kata Allah dan Rasul-Nya tentang ini?" Bukan "Apa kata hatiku?" atau "Apa kata hawa nafsuku?" Karena sesungguhnya, di dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya itulah terdapat keamanan, ketenteraman, dan kebahagiaan yang hakiki—di dunia maupun di akhirat.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang tunduk dan patuh kepada setiap ketetapan-Nya, dan menjauhkan kita dari sifat membangkang yang menyebabkan kesesatan yang nyata. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 34-38 — Al-Ahzab

34وَٱذۡكُرۡنَ مَا يُتۡلَىٰ فِي بُيُوتِكُنَّ مِنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ وَٱلۡحِكۡمَةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا 
Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui.
35إِنَّ ٱلۡمُسۡلِمِينَ وَٱلۡمُسۡلِمَٰتِ وَٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ وَٱلۡقَٰنِتِينَ وَٱلۡقَٰنِتَٰتِ وَٱلصَّٰدِقِينَ وَٱلصَّٰدِقَٰتِ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَٱلصَّٰبِرَٰتِ وَٱلۡخَٰشِعِينَ وَٱلۡخَٰشِعَٰتِ وَٱلۡمُتَصَدِّقِينَ وَٱلۡمُتَصَدِّقَٰتِ وَٱلصَّٰٓئِمِينَ وَٱلصَّٰٓئِمَٰتِ وَٱلۡحَٰفِظِينَ فُرُوجَهُمۡ وَٱلۡحَٰفِظَٰتِ وَٱلذَّٰكِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرًا وَٱلذَّٰكِرَٰتِ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغۡفِرَةً وَأَجۡرًا عَظِيمًا 
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu', laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.
36وَمَا كَانَ لِمُؤۡمِنٍ وَلَا مُؤۡمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَمۡرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ ٱلۡخِيَرَةُ مِنۡ أَمۡرِهِمۡۗ وَمَن يَعۡصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَٰلًا مُّبِينًا 
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.
37وَإِذۡ تَقُولُ لِلَّذِيٓ أَنۡعَمَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِ وَأَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِ أَمۡسِكۡ عَلَيۡكَ زَوۡجَكَ وَٱتَّقِ ٱللَّهَ وَتُخۡفِي فِي نَفۡسِكَ مَا ٱللَّهُ مُبۡدِيهِ وَتَخۡشَى ٱلنَّاسَ وَٱللَّهُ أَحَقُّ أَن تَخۡشَىٰهُۖ فَلَمَّا قَضَىٰ زَيۡدٌ مِّنۡهَا وَطَرًا زَوَّجۡنَٰكَهَا لِكَيۡ لَا يَكُونَ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ حَرَجٌ فِيٓ أَزۡوَٰجِ أَدۡعِيَآئِهِمۡ إِذَا قَضَوۡاْ مِنۡهُنَّ وَطَرًاۚ وَكَانَ أَمۡرُ ٱللَّهِ مَفۡعُولًا 
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: "Tahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah", sedang kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedang Allah-lah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) isteri-isteri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada isterinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi.
38مَّا كَانَ عَلَى ٱلنَّبِيِّ مِنۡ حَرَجٍ فِيمَا فَرَضَ ٱللَّهُ لَهُۥۖ سُنَّةَ ٱللَّهِ فِي ٱلَّذِينَ خَلَوۡاْ مِن قَبۡلُۚ وَكَانَ أَمۡرُ ٱللَّهِ قَدَرًا مَّقۡدُورًا 
Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku,
Al-AhzabIndeks Quran
73Ayat
MadaniyahRevelation
36Ayat

Terjemah — Al-Ahzab 36

Surat Ayat 36/73 — Al-Ahzab الأحزاب (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Ahzab Dengarkan, Al-Ahzab Terjemah, Al-Ahzab mp3, Al-Ahzab pdf. Ayat 34–38. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu