Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Al-Munafiqin (الْمُنَافِقِينَ): Orang-orang yang menampakkan keislaman tetapi menyembunyikan kekufuran di dalam hatinya.
- Al-Musyrikin (الْمُشْرِكِينَ): Orang-orang yang menyekutukan Allah dalam ibadah mereka.
- Yatuba Allah (يَتُوبَ): Allah menerima taubat, mengampuni dosa, dan melimpahkan rahmat-Nya.
- Ghafuran Rahim (غَفُورًا رَّحِيمًا): Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir Lengkap:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat yang mulia ini merupakan penutup dari pembahasan tentang amanah besar yang telah dipikul oleh manusia. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman bahwa Dia menawarkan amanah—yakni ketaatan dan menjalankan syariat—kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, namun semuanya enggan memikulnya karena takut tidak mampu menunaikannya. Akan tetapi, manusia dengan segala kelemahan dan keterbatasannya justru menerima amanah tersebut. Hal ini bukan tanpa hikmah, melainkan mengandung tujuan yang agung.
Allah menjelaskan bahwa penerimaan amanah ini adalah untuk menguji dan membedakan antara yang jujur dan yang dusta. Dari sinilah akan terbukti siapa yang benar-benar beriman dan siapa yang hanya berpura-pura. Maka Allah akan menyiksa orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, yaitu mereka yang menampakkan keislaman di hadapan kaum muslimin tetapi menyembunyikan kekufuran dan kebencian di dalam hati mereka. Mereka akan mendapat azab yang pedih karena telah mengkhianati amanah yang mereka pikul. Demikian pula Allah akan menyiksa orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan, yaitu mereka yang menyekutukan Allah dengan berhala, patung, atau makhluk lainnya dalam ibadah mereka. Mereka akan menuai balasan atas kesyirikan yang mereka lakukan.
Di sisi lain, Allah menjadikan amanah ini sebagai sarana untuk melimpahkan rahmat dan menerima taubat bagi orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Mereka adalah hamba-hamba yang jujur dalam keimanannya, yang berusaha menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya, menjalankan perintah dan menjauhi larangan. Maka Allah menerima taubat mereka, mengampuni kesalahan-kesalahan mereka, dan memberikan pahala yang berlipat ganda atas ketaatan mereka. Inilah keadilan dan kasih sayang Allah yang sempurna.
Kemudian Allah menutup ayat ini dengan dua sifat-Nya yang agung: "Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Ini adalah kabar gembira yang sangat indah bagi kita semua. Sungguh, betapa pun besar dosa dan kesalahan kita, pintu taubat selalu terbuka. Allah tidak pernah bosan mengampuni hamba-hamba-Nya yang kembali kepada-Nya dengan tulus. Rahmat-Nya meliputi segala sesuatu, dan ampunan-Nya lebih luas dari segala dosa.
Saudaraku, marilah kita renungkan: betapa besarnya kasih sayang Allah kepada kita. Dia memberikan kita kesempatan untuk membuktikan keimanan melalui amanah ini, dan Dia menjanjikan ampunan serta rahmat bagi siapa saja yang beriman dan bertakwa. Janganlah kita termasuk golongan yang mengkhianati amanah—baik munafik maupun musyrik—karena azab-Nya sangat pedih. Tetapi jadilah kita termasuk golongan mukmin yang istiqamah, yang selalu memperbaiki diri dan kembali kepada Allah dalam setiap keadaan. Karena sesungguhnya, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan Dia tidak akan pernah mengecewakan hamba-Nya yang bersungguh-sungguh mencari ridha-Nya. Mari kita jadikan ayat ini sebagai motivasi untuk senantiasa menjaga kejujuran iman kita dan memperbanyak taubat kepada Allah, agar kita termasuk dalam golongan yang mendapat ampunan dan rahmat-Nya yang tiada tara.
📜 Ayat 71-73 — Al-Ahzab
Terjemah — Al-Ahzab 73
Surat Ayat 73/73 — Al-Ahzab الأحزاب (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Ahzab Dengarkan, Al-Ahzab Terjemah, Al-Ahzab mp3, Al-Ahzab pdf. Ayat 71–73. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








