Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- بَاعِدْ بَيْنَ أَسْفَارِنَا: jauhkanlah jarak perjalanan kami (maksudnya: jadikanlah jarak antara negeri-negeri kami berjauhan).
- أَحَادِيثَ: buah cerita dan bahan pembicaraan bagi orang-orang setelah mereka.
- مَزَّقْنَاهُمْ كُلَّ مُمَزَّقٍ: kami cerai-beraikan mereka secerai-berainya ke berbagai penjuru negeri.
- صَبَّارٍ شَكُورٍ: orang yang sangat sabar dalam menghadapi cobaan dan sangat bersyukur atas nikmat Allah.
Tafsir Ayat:
Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala melimpahkan nikmat yang begitu besar kepada penduduk negeri Saba' berupa negeri yang subur, aman, dan tenteram dengan jarak perjalanan yang dekat antara satu kota dengan kota lainnya, mereka justru merasa bosan dengan kemudahan dan kesenangan itu. Mereka berkata dengan penuh keangkuhan dan kebodohan: "Ya Tuhan kami, jauhkanlah jarak perjalanan kami!" Mereka menginginkan perjalanan yang berat dan melelahkan agar mereka dapat menunjukkan kelebihan kendaraan mereka dan membanggakan diri di hadapan orang-orang miskin. Sungguh, ini adalah bentuk kebodohan dan kezaliman yang nyata terhadap diri mereka sendiri, karena mereka menolak nikmat Allah dan tidak mensyukurinya.
Maka Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabulkan permintaan mereka sebagai bentuk hukuman dan pelajaran. Allah membinasakan negeri-negeri yang makmur itu, merusak bendungan dan kebun-kebun mereka, lalu mencerai-beraikan mereka ke berbagai penjuru negeri. Mereka menjadi bahan cerita dan perbincangan bagi orang-orang setelahnya — kisah mereka menjadi pelajaran tentang akibat dari kekufuran dan kebanggaan terhadap nikmat Allah.
Sungguh, dalam peristiwa yang menimpa kaum Saba' ini terdapat tanda-tanda kebesaran Allah dan pelajaran yang sangat berharga bagi setiap hamba yang sabar dalam menghadapi ujian dan menjauhi kemaksiatan, serta bersyukur atas segala nikmat yang Allah karuniakan. Orang yang memiliki dua sifat mulia ini — sabar dan syukur — akan senantiasa mengambil pelajaran dari setiap kejadian dan tidak akan terjerumus ke dalam kehancuran seperti yang dialami oleh kaum-kaum sebelumnya.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini mengajarkan kita betapa pentingnya mensyukuri nikmat Allah dalam bentuk apa pun. Terkadang manusia tidak menyadari bahwa kemudahan dan kesenangan yang ia rasakan adalah ujian dari Allah — apakah ia akan bersyukur atau justru kufur. Janganlah kita menjadi hamba yang bosan dengan nikmat dan menginginkan kesulitan karena kesombongan atau keinginan untuk pamer. Ingatlah bahwa setiap nikmat yang Allah berikan adalah amanah yang harus dijaga dengan rasa syukur, dan setiap musibah adalah ujian yang harus dihadapi dengan kesabaran.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam hadits qudsi: "Jika Aku memberikan nikmat kepada hamba-Ku lalu ia bersyukur, maka Aku akan menambah nikmat itu; dan jika ia kufur, maka Aku akan mencabutnya dengan azab yang pedih." Maka jadilah hamba yang selalu bersabar dan bersyukur, niscaya Allah akan melimpahkan keberkahan dalam hidupmu dan menjagamu dari kehancuran. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang sabar dan syukur. Aamiin.
📜 Ayat 17-21 — Saba
Terjemah — Saba 19
Surat Saba Ayat 19 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka mereka berkata: "Ya Tuhan kami jauhkanlah jarak perjalanan kami",…Surat Ayat 19/54 — Saba سبأ (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Saba Dengarkan, Saba Terjemah, Saba mp3, Saba pdf. Ayat 17–21. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








