Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- اسْتُضْعِفُوا (orang-orang yang dilemahkan): para pengikut yang dianggap lemah dan hina oleh pemimpin-pemimpin mereka.
- اسْتَكْبَرُوا (orang-orang yang menyombongkan diri): para pemimpin yang angkuh dan menolak kebenaran.
- مَكْرُ (tipu daya): rencana jahat yang dilakukan secara tersembunyi dan terus-menerus.
- أَندَادًا (sekutu-sekutu): tandingan-tandingan atau sesembahan-sesembahan selain Allah.
- أَسَرُّوا (mereka menyembunyikan): mereka merahasiakan dan menyimpan dalam hati.
- النَّدَامَةَ (penyesalan): rasa sesal yang amat dalam atas perbuatan buruk yang telah dilakukan.
- الأَغْلَالَ (belenggu-belenggu): rantai-rantai besi yang dipasang di leher sebagai azab.
Tafsir Ayat:
Pada hari kiamat nanti, ketika orang-orang kafir saling berdebat dan bertengkar di dalam neraka, orang-orang yang lemah dan menjadi pengikut akan berkata kepada para pemimpin mereka yang sombong dan angkuh: "Tidak benar apa yang kalian katakan bahwa kami yang memilih jalan kesesatan dengan kehendak kami sendiri. Bahkan tipu daya kalianlah yang terus-menerus memperdaya kami, siang dan malam, tanpa henti. Kalian selalu memerintahkan kami untuk kufur kepada Allah, mengingkari keesaan-Nya, dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya dalam ibadah. Kalian menyesatkan kami dengan janji-janji palsu dan ancaman-ancaman yang menakutkan."
Ketika mereka semua melihat azab yang dahsyat di hadapan mata mereka, barulah mereka menyembunyikan penyesalan yang amat sangat di dalam hati mereka—penyesalan yang tidak berguna lagi karena sudah terlambat. Para pemimpin dan pengikut sama-sama menyesali perbuatan mereka di dunia dahulu, namun penyesalan itu tidak mampu menyelamatkan mereka.
Allah kemudian berfirman bahwa Dia telah memasang belenggu-belenggu besi di leher orang-orang yang kafir sebagai bagian dari azab yang menghinakan. Mereka tidaklah diberi balasan melainkan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan di dunia—kekufuran, kemusyrikan, dan perbuatan-perbuatan dosa yang mereka lakukan dengan pilihan sendiri.
Renungan dan Pelajaran:
Ayat ini mengandung peringatan yang sangat keras bagi kita semua agar tidak mengikuti para penyeru kesesatan dan pemimpin-pemimpin yang menyesatkan. Seorang mukmin yang cerdas hendaknya selalu waspada terhadap siapa yang ia jadikan panutan dan teladan dalam hidupnya. Jangan sampai kita menjadi pengikut buta yang dibawa ke jurang kehancuran oleh orang-orang yang hanya mementingkan kepentingan duniawi mereka.
Islam mengajarkan kita untuk senantiasa menggunakan akal, berpikir kritis, dan mencari kebenaran dengan sungguh-sungguh. Allah memuliakan manusia dengan akal agar dapat membedakan yang hak dan yang batil. Jangan biarkan diri kita diperbudak oleh hawa nafsu, gengsi, atau tekanan lingkungan sehingga kita meninggalkan perintah Allah dan Rasul-Nya.
Ingatlah bahwa setiap orang akan mempertanggungjawabkan amal perbuatannya sendiri di hadapan Allah. Tidak ada alasan yang dapat menyelamatkan kita di hari kiamat jika kita sendiri yang memilih untuk mengikuti kesesatan. Maka marilah kita perkuat iman, perbanyak ilmu, dan dekatkan diri kepada Allah agar kita termasuk golongan orang-orang yang selamat dan mendapatkan kebahagiaan abadi di surga-Nya. Semoga Allah melindungi kita dari tipu daya setan dan hawa nafsu yang menyesatkan. Aamiin.
📜 Ayat 31-35 — Saba
Terjemah — Saba 33
Surat Saba Ayat 33 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan…Surat Ayat 33/54 — Saba سبأ (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Saba Dengarkan, Saba Terjemah, Saba mp3, Saba pdf. Ayat 31–35. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








