Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Syaraḥa (شَرَحَ): melapangkan dan membuka.
- Ṣadrahu (صَدْرَهُ): dadanya, yaitu hati dan jiwanya.
- Al-Qāsiyah (الْقَاسِيَةِ): yang keras dan membatu, tidak lunak menerima kebenaran.
- Min dzikrillāh (مِن ذِكْرِ اللَّهِ): dari mengingat Allah dan ajaran-ajaran-Nya.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini mengajukan sebuah pertanyaan retoris yang menggugah hati: Apakah orang yang Allah lapangkan dadanya untuk menerima Islam, sehingga ia dengan ikhlas tunduk, patuh, dan beriman kepada Allah, lalu ia berjalan di atas cahaya petunjuk dari Rabb-nya—apakah ia sama dengan orang yang hatinya tertutup dan keras membatu? Tentu saja tidak! Keduanya tidak akan pernah sama di sisi Allah.
Orang yang dadanya dilapangkan untuk Islam adalah orang yang mendapatkan anugerah terbesar. Hatinya bersih, jiwanya tenang, dan pandangannya jernih. Ia melihat kebenaran dengan mata hatinya, berjalan di atas jalan yang terang benderang, dan setiap langkahnya dijaga oleh Allah. Hidupnya penuh makna, karena ia tahu tujuan hidupnya, dan hatinya selalu terpaut kepada Sang Pencipta.
Sebaliknya, Allah memberikan peringatan keras: "Celakalah orang-orang yang hatinya keras dan membatu dari mengingat Allah." Mereka adalah orang-orang yang apabila disebut nama Allah dan dibacakan ayat-ayat-Nya, hati mereka semakin keras dan enggan menerima kebenaran. Mereka tidak mengambil pelajaran, tidak tersentuh oleh nasihat, dan tidak tergerak oleh peringatan. Mereka lalai dari zikir, jauh dari rahmat, dan terhalang dari petunjuk.
Allah menegaskan bahwa mereka berada dalam "kesesatan yang nyata" —bukan kesesatan yang samar, tetapi kesesatan yang jelas dan terang, karena mereka telah menutup mata hati mereka sendiri dari cahaya kebenaran yang telah sampai kepada mereka.
Pesan Dakwah:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah nikmat yang tiada tara ini: hati yang lapang menerima Islam. Itulah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat. Maka janganlah kita biarkan hati kita mengeras karena dosa, kelalaian, dan cinta dunia yang berlebihan. Lembutkanlah hati kita dengan zikir, tadabbur Al-Qur'an, dan taubat yang tulus. Sungguh, hati yang hidup adalah hati yang selalu mengingat Allah, dan hati yang mati adalah hati yang lalai dari-Nya. Mari kita berlomba-lomba meraih cahaya petunjuk dari Rabb kita, agar kita termasuk golongan yang selamat dan beruntung, bukan golongan yang celaka dalam kesesatan yang nyata.
📜 Ayat 20-24 — Az-Zumar
Terjemah — Az-Zumar 22
Surat Az-Zumar Ayat 22 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama…Surat Ayat 22/75 — Az-Zumar الزمر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Az-Zumar Dengarkan, Az-Zumar Terjemah, Az-Zumar mp3, Az-Zumar pdf. Ayat 20–24. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








