Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Ḍurr: kesulitan, penyakit, atau musibah yang menimpa.
- Munīban: kembali kepada Allah dengan penuh ketundukan dan penyesalan.
- Khawwalahu: memberinya (Allah memberikan nikmat).
- Andād: tandingan-tandingan atau sekutu-sekutu bagi Allah dalam peribadahan.
- Sabīlihi: jalan Allah, yaitu agama Islam yang lurus.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan keadaan sebagian manusia yang sangat disayangkan, yaitu ketika ditimpa kesusahan, ia ingat kepada Allah dan bersimpuh memohon pertolongan-Nya dengan penuh harap. Ia kembali kepada Tuhannya, merendahkan diri, dan mengakui kelemahannya. Namun, ketika Allah mengabulkan doanya, menghilangkan kesulitannya, dan melimpahkan nikmat kepadanya, ia justru melupakan pertolongan Allah yang telah menyelamatkannya. Ia lupa akan doa dan tangisannya di hadapan Allah, lalu berpaling dan menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah—berupa berhala, patung, atau sesembahan lain—untuk disembah dan dipuja. Lebih parah lagi, ia berusaha menyesatkan orang lain dari jalan Allah yang lurus, mengajak mereka kepada kesesatan yang sama.
Allah lalu berfirman kepada Rasul-Nya ﷺ untuk menegur orang yang demikian: "Nikmatilah kekufuranmu itu untuk sementara waktu yang singkat di dunia ini, karena ajalmu akan segera tiba dan semua kenikmatan itu akan berakhir. Sesungguhnya engkau termasuk penghuni neraka yang kekal di dalamnya." Ini adalah ancaman yang tegas bagi siapa saja yang kufur terhadap nikmat Allah dan menjadikan sekutu bagi-Nya.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga tentang kelemahan manusia dan besarnya karunia Allah. Allah tidak pernah bosan mendengar doa hamba-Nya, bahkan ketika hamba itu lupa kepada-Nya di saat lapang, Allah tetap mengabulkan permohonannya di saat sempit. Sungguh, betapa besar kasih sayang Allah kepada kita!
Namun, kita diperingatkan agar tidak menjadi seperti orang yang disebut dalam ayat ini—yang mengingat Allah hanya ketika susah dan melupakan-Nya ketika senang. Seorang mukmin sejati adalah yang selalu bersyukur di kala lapang dan bersabar di kala sempit. Ia senantiasa beribadah kepada Allah dalam segala keadaan, karena ia tahu bahwa Allah adalah satu-satunya yang berhak disembah dan tidak ada sekutu bagi-Nya.
Marilah kita jadikan setiap nikmat yang Allah berikan sebagai sarana untuk semakin dekat kepada-Nya, bukan semakin jauh. Ingatlah bahwa kehidupan dunia ini hanyalah sementara, dan kenikmatannya sangat singkat dibandingkan dengan akhirat yang kekal. Maka, janganlah kita tertipu oleh kesenangan dunia yang fana, dan janganlah kita termasuk orang-orang yang merugi karena mempertukarkan nikmat Allah dengan kekufuran. Semoga Allah menjaga kita semua di atas jalan yang lurus dan menjauhkan kita dari sifat lupa diri ketika menerima nikmat-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 6-10 — Az-Zumar
Terjemah — Az-Zumar 8
Surat Az-Zumar Ayat 8 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada…Surat Ayat 8/75 — Az-Zumar الزمر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Az-Zumar Dengarkan, Az-Zumar Terjemah, Az-Zumar mp3, Az-Zumar pdf. Ayat 6–10. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








